IDEA JATIM, MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat posisinya di kancah riset internasional dengan menggandeng dua ilmuwan muda asal Austria untuk membedah teknologi bioreaktor mutakhir. Langkah strategis ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas riset dosen eksakta menuju standar dunia melalui otomatisasi data biologi yang presisi.
Gebrakan tersebut tersaji dalam forum Sharing Session: Microbial Growth and Data Analysis yang digelar pada Senin (20/4) di Kampus Putih. Dalam sesi tersebut, Edo Damilyan, M.Sc. dari University of Vienna, memaparkan bahwa memahami sel mikroba harus menggunakan logika efisiensi layaknya sebuah sistem industri.
”Biologi sel mengandung banyak proses ekonomi, di mana sel mengubah input menjadi output di bawah batasan tertentu untuk memaksimalkan keuntungan pertumbuhannya,” jelas Edo. Ia menekankan bahwa teknologi bioreaktor adalah solusi mutlak bagi peneliti farmasi untuk mendapatkan data yang akurat dan efisien.
Melengkapi paparan tersebut, Catalin Rusnac, M.Sc. dari IMC Krems University, mendemonstrasikan RepliFactory, sebuah bioreaktor otomatis berbasis open-source. Alat ini memungkinkan peneliti mengontrol eksperimen jarak jauh tanpa harus berada di laboratorium secara fisik.
”Dengan alat ini, kita dapat menjalankan program eksperimen simulasi selama berminggu-minggu secara otomatis, dan memantaunya langsung dari mana saja melalui koneksi internet,” ungkap Catalin.
Wakil Rektor V UMM, Prof. Dr. Tri Sulistyaningsih, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran pakar Eropa ini merupakan jembatan bagi dosen UMM untuk go global. “Pertemuan ini menjadi langkah awal. Harapannya, keluar dari ruangan ini para dosen memiliki motivasi yang tinggi untuk segera menempuh studi lanjut doktoral di luar negeri,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Wakil Rektor IV UMM, Dr. Muhammad Salis Yuniardi, Ph.D., menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas teknis pengajar. “Internasionalisasi tidak mungkin bisa dilakukan kalau kita selaku pengajar juga tidak memiliki kapasitas, kemampuan teknis, dan wawasan yang sifatnya benar-benar internasional,” pungkas Salis. (*)





