INFEST #13, 769 Inovasi Mahasiswa UM Siap Masuk Industri

IDEA JATIM, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) kembali membuktikan diri sebagai kawah candradimuka bagi para inovator muda melalui gelaran Innovation Festival (INFEST) #13. Sebanyak 769 karya inovasi mahasiswa resmi dipamerkan, membawa misi besar untuk memberikan solusi nyata atas berbagai tantangan di masa depan.

​Ajang tahunan ini bukan sekadar pameran akademik biasa. INFEST #13 menjadi panggung unjuk gigi bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu untuk mempresentasikan produk teknologi, aplikasi digital, hingga gagasan sosial yang siap bersaing di kancah nasional maupun internasional.
​Inovasi Sebagai Identitas Mahasiswa UM

​Wakil Rektor II UM, Prof. Dr. Adi Atmoko, M.Si., M.Pd., dalam sambutannya menekankan bahwa inovasi adalah DNA yang harus dimiliki setiap mahasiswa di era disrupsi. Beliau mengapresiasi keberanian mahasiswa dalam mengeksplorasi ide-ide yang tidak konvensional.

​”Inovasi lahir dari keberanian untuk membayangkan kehidupan yang lebih baik. Kampus adalah ruang intelektual yang mendorong mahasiswa untuk mengolah pengetahuan menjadi kebijaksanaan dan mewujudkannya dalam tindakan nyata,” ujar Prof. Adi.

​Karya-karya yang dipamerkan mencakup spektrum yang luas, mulai dari alat peraga pendidikan berbasis AI, solusi energi terbarukan, hingga strategi pemberdayaan ekonomi kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

​Pesan untuk Mahasiswa: Cepat Implementasi, Jangan Takut Gagal
​Selain estetika dan kecanggihan teknis, aspek kecepatan dalam eksekusi menjadi poin utama yang ditekankan dalam festival kali ini. Ketua LP3 UM, Prof. Dr. Hardika, M.Pd., memberikan pesan kuat kepada para peserta agar tidak terjebak dalam pencarian kesempurnaan yang tak kunjung usai hingga kehilangan momentum.
​“Sekarang bukan lagi era siapa yang paling benar, tapi siapa yang paling cepat. Cepat implementasikan, jika gagal, segera perbaiki. Jangan menunggu sempurna baru bergerak,” tegas Prof. Hardika di hadapan para inovator muda.

​Menuju Hilirisasi Produk Inovasi
​INFEST #13 juga berfungsi sebagai kurasi awal bagi karya-karya potensial untuk dipatenkan dan dikomersialkan. Dengan melibatkan kurator dan praktisi, UM berharap hasil riset mahasiswa tidak hanya berakhir sebagai laporan praktikum di rak perpustakaan, melainkan menjadi produk massal yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

​Dengan suksesnya penyelenggaraan INFEST ke-13 ini, Universitas Negeri Malang semakin memperkokoh posisinya sebagai institusi pendidikan yang progresif dan berorientasi pada masa depan, sekaligus mencetak generasi unggul yang siap mengguncang dunia dengan karya nyata. (*)

Berita Terkini

Siswa MA Almaarif Singosari Sabet Juara 1 O2SN Badminton Tunggal Putri

IDEAJATIM.ID, MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa MA...

Universitas Waskita Dharma Buka PMB 2026/2027: Cetak SDM Digital dan Agroteknologi Unggul

IDEA JATIM, ​MALANG – Menjawab tantangan global di era...

UMM Gandeng Peneliti Austria, Hadirkan Teknologi Bioreaktor Otomatis untuk Riset Global

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memperkuat...
spot_img
Berita Terkait