IDEA JATIM, MALANG – SD Insan Amanah Malang kembali menghasilkan karya nyata. Generasi hebat berprestasi kembali dilahirkan. Minggu (14/6), sekolah ini mengukuhkan lulusan yang membanggakan. Prosesi pengukuhan dibingkai dalam acara Purnawiyata dan Pagelaran XVII Metamorfosa, di Hotel Atria Malang.
Kepala SD Insan Amanah Malang, Dr. Suhardini Nurhayati, M.Pd, menegaskan bahwa pencapaian lulusan tahun ini sangat istimewa. Prestasi ini berakar sejak para siswa duduk di bangku kelas 5 pada tahun 2025 saat menempuh Asesmen Nasional dan Asesmen Kompetensi Minimum. Saat itu, mereka sukses mengukir prestasi gemilang. SD Insan Amanah meraih peringkat pertama nilai assesmen tertinggi se-Kota Malang.
Meskipun demikian, kata Suhardini, pendidikan di SD Insan Amanah tidak pernah terjebak pada angka akademik semata. Sekolah ini memadukan tiga pilar utama secara seimbang dalam satu bingkai demi mewujudkan standar mutu yang tinggi.
”Pendidikan itu secara komprehensif harus balance. Mengatur keseimbangan antara kognitif, psikososial afektif, dan psikomotor. Selama yang difokuskan hanya pada kognitif saja, maka tidak akan mendapat apa-apa,” ujar Dr. Suhardini Nurhayati dalam rekaman wawancara tersebut.
Tren positif sekolah ini terus berlanjut hingga tingkat akhir pada tahun 2026. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik atau TKA yang baru pertama kali diadakan, SD Insan Amanah langsung melesat menduduki peringkat kedua se-Kota Malang untuk nilai rata-rata. Penilaian berskala nasional ini menjadi tolok ukur valid kualitas mutu sekolah. Menurut Suhardini, pencapaian ini merupakan hasil dari proses panjang yang dikelola secara matang, terstruktur, dan konsisten sejak para siswa menginjak kelas satu.
Menghadapi dinamika anak-anak generasi Alpha, Suhardini mengungkapkan ada rahasia besar di balik layar. Rahasia itu adalah ekosistem keikhlasan yang melibatkan tiga pihak sekaligus. Elemen pertama adalah keikhlasan orang tua yang rela memercayakan anak secara penuh serta mendukung seluruh program sekolah. Elemen kedua adalah keikhlasan guru yang berkomitmen tinggi mengawal target belajar anak dari kelas satu hingga tuntas tanpa setengah-setengah.
”Bagaimana dia mampu mengawal anak-anak untuk sampai pada titik target yang akan dituju. Itu betul-betul dikawal sampai tuntas pengawalan itu, jadi enggak setengah-setengah,” tegas Dini, sapaan akrabnya.
Elemen ketiga dan yang paling krusial adalah keikhlasan siswa itu sendiri untuk menjalani proses belajar dengan hati yang gembira. Sekolah sadar betul bahwa menyentuh hati anak adalah langkah pertama yang wajib dilakukan sebelum mentransfer ilmu.
”Anak-anak itu hatinya harus diambil dulu. Kalau sudah kena, mereka akan open mind dan open heart. Apa pun yang kita lakukan, mereka akan menerima dengan baik dan ikhlas. Mereka tidak akan worry berlebihan, tidak insecure, dan tidak anxiety,” jelasnya.
Di balik kisah sukses tersebut, jalannya pendidikan tentu tidak lepas dari hambatan. Dini memetakan tiga tantangan utama yang dihadapi oleh pihak sekolah saat ini, yaitu dari aspek guru, siswa, dan wali murid. Tantangan terbesar dari sisi internal adalah membentuk growth mindset di kalangan pengajar agar pola pikir mereka terus berkembang dan tidak terjebak dalam fixed mindset atau zona nyaman.
Sementara dari sisi siswa, anak-anak masa kini sangat akrab dengan gawai. Sekolah mengidentifikasi bahwa paparan screen time yang berlebihan di rumah berpotensi menghambat tumbuh kembang saraf serta koneksi jaringan otak anak. Fakta ini diantisipasi lewat penguatan program luar kelas seperti field trip, outing, hingga Project Science Expo.
Terakhir, tantangan ketiga muncul dari sudut pandang wali murid yang disebut sebagai fenomena kesenjangan ekspektasi. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan point of view atau cara pandang antara keinginan orang tua dan program komprehensif yang dirancang sekolah.
Meskipun diterpa berbagai tantangan zaman, sinergi yang kokoh terbukti mampu membawa sekolah ini unggul. Melalui persiapan literasi-numerasi sejak dini serta target kelulusan mengaji seperti tashih dan munaqosah, SD Insan Amanah berhasil membuktikan kualitasnya. Pengelolaan sekolah yang matang dan berpusat pada kebahagiaan anak terbukti nyata mampu melahirkan lulusan berkarakter unggul serta berprestasi di kancah nasional. (*)





