IDEA JATIM, BATU โ Jawa Timur Park (JTP) Group bersiap melakukan lompatan besar dalam industri pariwisata dan edukasi tanah air. Menyambut masa depan, manajemen JTP Group mengonfirmasi kesiapannya meluncurkan rangkaian proyek strategis dan inovasi teknologi terbaru yang dijadwalkan menyapa publik pada tahun 2026.

Manajer Marketing & PR JTP Group, Titik S. Arianto, mengungkapkan bahwa salah satu proyek paling ambisius yang sedang digarap adalah Museum Mega Science dan Budaya. Saat ini, pembangunan proyek tersebut telah berjalan signifikan.

“Pertama ada Museum Mega Science dan Budaya yang telah berjalan 90 persen dan dalam waktu dekat akan di launching. Theme park ini menjadi edukasi modern di kawasan JTP 1 yang menggabungkan sejarah Nusantara dengan teknologi AI dan robotika,” ujar Titik saat memaparkan rencana strategis perusahaan.

Pengintegrasian teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan robotika ke dalam narasi sejarah Nusantara dinilai sebagai langkah revolusioner dalam dunia edutainment (edukasi dan hiburan). Jika selama ini museum sejarah identik dengan diorama statis, JTP Group mendobrak batasan tersebut dengan menyajikan pengalaman interaktif yang imersif.

Berdasarkan tren literatur pariwisata modern, penerapan AI dan robotika di museum memungkinkan pengunjung untuk berinteraksi langsung dengan replika tokoh sejarah berbasis robotika pintar.
“Kemudian pengunjung bisa merasakan simulasi realitas mengenai perkembangan sains dan kebudayaan Nusantara dari masa ke masa. Serta menikmati visualisasi personal yang adaptif terhadap ketertarikan masing-masing pengunjung berkat algoritma AI,” paparnya.

Kehadiran Museum Mega Science dan Budaya ini dipastikan akan menambah daya tarik kawasan JTP 1, yang selama ini memang dikenal sebagai pusat edukasi sains dan budaya milik JTP Group. Langkah ini juga mempertegas posisi JTP Group sebagai pelopor theme park berbasis teknologi canggih di Indonesia.
Dengan progres yang sudah menyentuh angka 90 persen, JTP Group optimistis proyek ini dapat rampung tepat waktu dan siap menjadi ikon wisata edukasi baru yang memikat wisatawan domestik maupun mancanegara pada tahun 2026. (*)




