IDEAJATIM.ID, MALANG – MTs Almaarif 01 Singosari kembali mendapat perhatian sebagai salah satu madrasah inspiratif di Malang Raya. Sebanyak 27 kepala sekolah dan madrasah bersama Ketua LP Ma’arif NU Bawean Kabupaten Gresik melakukan studi inspirasi ke lembaga tersebut, Selasa (19/5).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari sistem pengelolaan madrasah, terutama penerapan budaya disiplin positif yang dinilai berhasil menciptakan lingkungan belajar tertib, nyaman, dan kondusif.

Rombongan tamu disambut langsung Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH Anas Noor Salim, SH, MH bersama jajaran pengurus dan pimpinan MTs Almaarif 01 Singosari.
Dalam sambutannya, Gus Anas menyebut kegiatan ini bukan sekadar kunjungan silaturahmi, melainkan langkah strategis membangun kolaborasi pendidikan antar lembaga NU.
“Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dan praktik baik. Semoga kegiatan ini memperkuat sinergi pendidikan Nahdlatul Ulama,” katanya.

Tak hanya studi inspirasi, kegiatan ini juga diisi penandatanganan MoU sister school. Kerja sama tersebut meliputi sharing manajemen sekolah efektif hingga program pertukaran guru, staf, dan siswa sebagai bentuk penguatan kualitas pendidikan bersama.

Ketua LP Ma’arif NU Bawean, Gus Ali Subhan, SH, M.AP mengaku tertarik mempelajari sistem kedisiplinan di MTs Almaarif 01 Singosari yang dinilai berhasil diterapkan secara humanis dan positif.
“Kami ingin belajar bagaimana budaya disiplin dibangun tanpa tekanan, tetapi tetap mampu menciptakan suasana madrasah yang tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, Prof. Dr. Masykuri Bakri, M.Si memberikan penguatan terkait pentingnya budaya lembaga dalam membangun pendidikan berkualitas.
Menurutnya, keberhasilan lembaga tidak hanya bergantung pada program unggulan, namun juga nilai-nilai dasar seperti keikhlasan, kejujuran, kerukunan, kesabaran, dan kedisiplinan.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd kemudian memaparkan sejumlah program unggulan madrasah, mulai dari madrasah riset, multilingual, adiwiyata, hingga madrasah ramah anak berbasis disiplin positif.
Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan pengembangan kelas minat bakat siswa dan strategi menuju madrasah unggul berstandar internasional.
“Alhamdulillah suasana diskusi berlangsung aktif dan penuh antusiasme. Para peserta tampak aktif bertukar gagasan terkait pengembangan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU,” ujar Palupi. (*)




