IDEAJATIM.ID, MALANG – Upaya pemberdayaan perempuan terus digencarkan PAC Fatayat NU Singosari melalui pelatihan pembuatan buket yang digelar di Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 50 warga binaan dan berlangsung dengan penuh antusias.
Pelatihan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini dan Hari Lahir (Harlah) Fatayat NU ke-76. Selain sebagai ajang memperingati momentum bersejarah, kegiatan ini juga bertujuan memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan saat kembali ke masyarakat.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Malang, Endang Margiati, A.Md.IP, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian Fatayat NU Singosari.
“Kami menyambut baik program ini. Harapannya para warga binaan bisa memanfaatkan kesempatan pelatihan ini sebagai bekal keterampilan ketika nanti keluar dari lapas,” ujarnya.
Endang juga menambahkan bahwa selain 50 peserta yang mengikuti pelatihan, masih terdapat sekitar 480 warga binaan lain yang berpotensi mendapatkan pelatihan serupa. Ia membuka peluang seluas-luasnya bagi pihak luar untuk turut berkontribusi memberikan pembinaan.
Dalam praktiknya, peserta dilatih langsung oleh Wahyunis, pengurus PAC Fatayat NU Singosari sekaligus anggota UMKM Singosari. Ia mengajarkan berbagai teknik pembuatan buket kreatif, mulai dari buket snack, buket uang mainan, hingga buket bumbu dapur yang memiliki nilai ekonomis.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Singosari, Rini Agustiningsih, hadir bersama perwakilan PC Fatayat NU Kabupaten Malang serta delapan pengurus lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen organisasi dalam mendukung pemberdayaan perempuan, termasuk di lingkungan lapas.
Melalui kegiatan ini, Fatayat NU berharap para warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga semangat untuk mandiri dan produktif di masa depan. Semangat Kartini pun diharapkan terus hidup, membuka peluang bagi setiap perempuan untuk berkarya dan berdaya. (*)




