IDEA JATIM, HONG KONG – Universitas Negeri Malang (UM) terus memacu langkahnya menuju panggung dunia. Dalam upaya memperkuat rekognisi internasional, delegasi UM hadir langsung dalam ajang bergengsi THE Asia University Summit 2026 yang berlangsung di Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) pada Rabu-Jumat (22–24/4). Partisipasi ini menjadi momentum strategis bagi UM untuk memperluas jejaring global sekaligus mengejawantahkan program EQUITY (Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition).
Delegasi UM yang dipimpin oleh Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag., bersama PIC Program EQUITY, Utomo Pujianto, S.Kom., M.Kom., aktif melakukan diplomasi akademik dengan menjalin komunikasi intensif bersama jajaran pimpinan universitas papan atas dari berbagai negara.
Prof. Munjin menegaskan bahwa kehadiran UM di forum internasional ini merupakan langkah konkret untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan. Ia melihat potensi besar dari pertemuan-pertemuan yang dilakukan selama forum berlangsung.
“Kami bertemu dengan banyak mitra potensial dari berbagai negara. Diskusi ini menjadi pintu masuk bagi UM untuk menciptakan sinergi yang lebih luas, terutama dalam mendukung program EQUITY yang sedang kami akselerasi. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran UM di sini membuahkan hasil nyata bagi pengembangan kampus ke depan,” ujar Prof. Munjin.
Fokus penjajakan kerja sama yang diusung UM mencakup tiga pilar utama Tridarma Perguruan Tinggi, mulai dari kolaborasi riset internasional, mobilitas mahasiswa, hingga pengembangan SDM melalui skema visiting professor. Hal ini dilakukan demi meningkatkan jumlah publikasi dan sitasi UM di level global.
Senada dengan hal tersebut, Utomo Pujianto mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam forum ini sangat krusial untuk memahami arah kebijakan pendidikan tinggi di kawasan Asia. Menurutnya, pemahaman mengenai tren global akan sangat membantu UM dalam menentukan langkah strategis ke depan.
“Keterlibatan UM dalam THE Asia University Summit 2026 memberi gambaran konkret tentang tren global saat ini. Ini menjadi dasar penting bagi kami dalam menyusun strategi peningkatan indikator kinerja utama di level internasional, sehingga langkah-langkah yang diambil lebih terukur dan tepat sasaran,” jelas Utomo.
Sebagai tindak lanjut, hasil pertemuan di Hong Kong ini ditargetkan segera berlanjut pada penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang lebih spesifik. Implementasi nyata dari kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan UM agar memiliki daya saing tinggi dan diakui sepenuhnya oleh masyarakat internasional. (*)





