IDEA JATIM, MALANG – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang menggelar acara prosesi Pelepasan Lulusan Sekolah Sabilillah Tahun Pelajaran 2025/2026. Sekolah yang mengusung visi “World Class Islamic Education: Sekolah Pemimpin Peradaban Dunia” ini

Acara berlangsung dengan khidmat di Gedung Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Sabtu (13/6).
Acara ini dihadiri oleh jajaran penting Yayasan Sabilillah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, pengawas pendidikan serta para wali lulusan.

Rangkaian acara dimulai sejak pukul 07.30 WIB dengan prosesi sakral masuknya para lulusan dan jajaran manajemen LPI Sabilillah Malang. Prosesi ini menjadi lebih megah dengan iringan tim Paskibra gabungan. Dari SD Islam Sabilillah Malang 1, SMP Islam Sabilillah Malang dan SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School Sistem Pesantren. Suasana religius semakin kental saat acara dibuka resmi dengan dengan pidato dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan lulusan.
Selanjutnya, penyampaian laporan akademik oleh Kabag Kesiswaan LPI Sabilillah Malang, Luqman, S.Pd., M.Pd. Dalam laporannya, Luqman menyampaikan, Sekolah Sabilillah sukses memboyong total 3.964 prestasi dari tingkat regional hingga internasional. Angka fantastis ini menandai lonjakan tajam sebesar 164% dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Capaian masif ini menempatkan sekolah-sekolah di bawah naungan LPI Sabilillah di jajaran top nasional. Berdasarkan penilaian Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SMP Islam Sabilillah Malang resmi dinobatkan sebagai peraih nomor satu sekolah paling berprestasi di Indonesia.
Sementara itu, SD Islam Sabilillah Malang 1 sukses menembus posisi tiga besar nasional. Di tingkat menengah atas, SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School juga kokoh bersaing di posisi 100 besar sekolah paling berprestasi se-Indonesia.
Luqman menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan proses instan. Semua ini lahir dari sinergi kokoh yang terjaga di lingkungan sekolah.
”Ini adalah buah dari jejak doa yang kuat, perjuangan, serta kolaborasi yang sangat erat antara sekolah, orang tua, dan tentunya para siswa,” ujar Luqman dalam laporan akademiknya. (*)




