IDEA JATIM, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri resmi membuka Festival Literasi 2026 di GOR Jayabaya pada Jumat (12/6/2026). Langkah masif ini diambil sebagai strategi taktis Pemkot Kediri untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang sempat mengalami penurunan dalam kurun waktu 2022 hingga 2024.
Festival yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 ini dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, didampingi Wakil Wali Kota Qowimuddin. Pembukaan acara diawali dengan aksi bersepeda bersama jajaran pemda, Bank Indonesia, OJK, dan komunitas sepeda dari Balai Kota menuju lokasi acara.
Wali Kota Kediri yang akrab disapa Mbak Wali mengungkapkan bahwa peningkatan literasi sangat mendesak demi memanfaatkan bonus demografi Kota Kediri yang didominasi usia produktif. Menurutnya, rendahnya literasi dapat berdampak pada penurunan daya saing daerah hingga meningkatkan risiko kerentanan masyarakat terhadap hoaks.
”Dengan tema ‘Literasi untuk Kediri Mapan: Cerdas Membaca, Bijak Digital, Cakap Finansial, dan Berakar pada Budaya’, masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap empat simpul literasi yang penting dikuasai di era digital,” ujar Vinanda dalam sambutannya.
Ia juga menambahkan target optimis yang ingin dicapai pemerintah daerah pada tahun ini. “Pemerintah Kota Kediri pun menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menjadi 20 persen dan Tingkat Gemar Membaca mencapai 60 persen pada tahun 2026,” jelasnya.
Melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, Pemkot Kediri berkolaborasi dengan penerbit Mizan serta berbagai komunitas untuk menyelenggarakan festival ini dari tanggal 10 Juni hingga 27 Juni 2026. Acara ini memadukan bazar buku dan UMKM, berbagai perlombaan anak, hingga edukasi literasi keuangan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan OJK Kediri.
Di sela-sela acara, Vinanda juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak yang hadir untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini. “Saya berpesan untuk adik-adik agar rajin membaca. Dan jangan lupa membeli buku setelah beli harus dibaca. Saya percaya kalau rajin membaca, adik-adik mudah untuk meraih cita-citanya,” pesannya.
Acara pembukaan ini turut dimeriahkan dengan pemutaran video 1000 tahun perjalanan sejarah Kediri karya budayawan Gus Barok, serta penyerahan cinderamata buku karya siswa SD Plus Rahmat Kota Kediri.
Turut hadir dalam acara tersebut Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri Chevy Ning Suyudi, perwakilan dinas kearsipan dari wilayah tetangga seperti Kabupaten Kediri, Tulungagung, dan Jombang, serta jajaran Direktur Mizan Group. (*)





