IDEA JATIM, MALANG – Memiliki cita-cita sejak bangku SMP bukan sekadar angan-angan bagi Ananda Prayogi. Alumni Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Malang (Skariga) angkatan 2017 ini sukses membuktikan bahwa mimpi besar yang ditempa dengan kedisiplinan tinggi di sekolah vokasi mampu membawa seseorang menembus panggung industri animasi internasional.
Pria yang akrab disapa Yogi ini kini berkarier sebagai 3D Animator di Batara Studio. Dengan pengalaman lebih dari 9 tahun di industri kreatif, rekam jejak Yogi tidak main-main. Ia telah terlibat dalam berbagai proyek prestisius berskala global, mulai dari movie, TV series, cinematic, hingga animasi game. Beberapa karya besar yang ikut disentuh oleh tangannya antara lain Jungle Beat 2: The Past, Sonic Boom, hingga Top Wings.
”Pencapaian terbesar saya adalah mampu membangun karier yang stabil di industri ini dan bersyukur karya animasi yang saya kerjakan bisa dinikmati oleh orang banyak secara global,” ungkap Yogi saat berbagi kisah suksesnya.
Bagi Yogi, kesuksesannya saat ini tidak lepas dari fondasi karakter yang ditanamkan selama ia menempuh pendidikan di Skariga. Dari sekian banyak nilai kehidupan yang ia dapatkan, satu hal yang paling membekas di hatinya adalah arti sebuah kedisiplinan.
”Bagi saya, membangun rasa disiplin itu memang menyakitkan. Tapi akan jauh lebih menyakitkan lagi kalau kita menyesal di kemudian hari. Disiplin itu hal yang sangat mahal, tapi semahal-mahalnya disiplin, jauh lebih murah kita lakukan sekarang daripada kita menyesal nanti,” tegasnya filosofis.
Selain disiplin, Yogi menyebut konsistensi, kemauan untuk terus belajar mandiri, serta keberanian mencoba hal baru sebagai modal utamanya dalam menghadapi dinamika industri animasi yang bergerak sangat cepat.
Menengok ke belakang, Yogi mengakui bahwa Skariga adalah tempat pertama yang membuka gerbang profesionalnya. Suasana belajar di Jurusan Animasi Skariga yang berbasis praktik dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja nyata. Melalui tugas kelompok dan presentasi, siswa tidak hanya diasah secara teknis, tetapi juga dilatih dalam hal kepemimpinan, manajemen waktu, storytelling, hingga mentalitas menerima kritik.
Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) atau magang menjadi salah satu momen paling berpengaruh bagi Yogi. Melalui program ini, ia bisa merasakan langsung dinamika kerja tim dalam ekosistem industri yang sesungguhnya.
Uniknya, meski tidak aktif dalam organisasi intra-sekolah, Yogi memaksimalkan energinya untuk mengasah kepercayaan diri dengan aktif berburu kompetisi dan festival di luar sekolah. Dukungan penuh pun selalu datang dari para guru produktif Skariga.
”Guru-guru produktif di Skariga luar biasa. Mereka tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga memberikan motivasi dan wadah belajar agar kami berani bermimpi besar,” tambahnya.
Melihat perkembangan almamaternya saat ini, Yogi mengaku sangat bangga. Ia menilai Skariga terus bergerak maju dan adaptif, baik dari segi pembaruan fasilitas, kualitas pembelajaran, maupun kesiapan siswa dalam menjawab tantangan zaman.
Ia pun tanpa ragu merekomendasikan SMK PGRI 3 Malang sebagai pilihan utama bagi generasi muda yang ingin langsung siap kerja di industri kreatif.
”Skariga memiliki lingkungan belajar yang sangat mendukung, guru-guru yang kompeten, pembelajaran berbasis praktik, serta membuka kesempatan yang sangat luas bagi siswa untuk melejitkan potensi mereka,” kata Yogi.
Di akhir sesi wawancara, Yogi menitipkan pesan penutup yang sarat motivasi untuk adik-adik kelasnya yang saat ini masih berjuang di bangku sekolah:
”Manfaatkan waktu belajar sebaik mungkin, jangan takut mencoba, dan jangan cepat puas. Tidak ada proses belajar yang instan. Teruslah berlatih dan bangun portofolio kalian sejak dini.”
Dengan bukti nyata keberhasilan alumni seperti Ananda Prayogi, SMK PGRI 3 Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai pencetak talenta-talenta kreatif siap kerja yang tidak hanya berjaya di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional. (*)




