Lulusan Terbaik ITN Malang Gunakan Ilmu Teknik Industri untuk Optimalkan Peternakan Ayam Keluarga

IDEA JATIM, MALANG – Ilmu Teknik Industri seringkali diidentikkan dengan mesin besar dan pabrik manufaktur. Namun, bagi Dwi Apink Dela Nesfian, lulusan terbaik Teknik Industri S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, ilmu tersebut justru menjadi kunci sukses memajukan usaha peternakan ayam broiler milik keluarganya di Jember.

​Gadis yang akrab disapa Apink ini membuktikan bahwa teori kelas bisa berdampak langsung pada ekonomi kerakyatan. Melalui skripsinya yang berjudul “Optimasi Industri Peternakan Ayam Broiler di UD Sumber Urip Kabupaten Jember”, ia membantu usaha sang pakde mengatasi masalah bobot ayam yang kerap meleset dari target.

​Keberanian Apink terlihat dari penggunaan tiga metode sekaligus dalam risetnya: Fault Tree Analysis (FTA), Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), dan Linear Programming. Kombinasi ini tergolong cukup berat untuk level mahasiswa S-1.

​Di bawah bimbingan Dr. Ir. Nelly Budiharti dan Mariza Kertaningtyas, Apink menemukan bahwa manajemen pakan dan kepadatan kandang adalah faktor risiko tertinggi.

​”Kepadatan kandang yang berlebih membuat ayam stres, sehingga nafsu makan turun. Komposisi nutrisi pakan juga harus pas sesuai fasenya,” jelas alumnus SMA Negeri Balung tersebut. Dengan bantuan software POM-QM, ia memberikan rekomendasi teknis yang lebih profesional bagi bisnis keluarganya agar tetap berkelanjutan.

​Wisuda ke-75 ITN Malang pada Sabtu, 25 April 2026, menjadi momen emosional bagi Apink. Meraih IPK 3,78 dalam waktu singkat, yakni 3,5 tahun, adalah caranya melunasi janji kepada almarhum sang ayah, Imam Zunaedi Salaf, yang wafat pada 2019.

​Meski sang ibu kini berjuang sendirian sebagai petani palawija, Apink tidak menyerah. Di tengah kesibukannya kuliah, ia justru aktif sebagai Koordinator Asisten Laboratorium yang membawahi empat laboratorium sekaligus di ITN Malang.

​”Menjadi asisten lab melatih soft skill seperti manajemen waktu dan berbicara di depan publik. Secara hard skill pun lebih terasah,” tuturnya.

​Aktivitas Apink tak berhenti di kampus. Ia tercatat aktif di organisasi daerah FKMJM, terlibat penelitian pengabdian masyarakat, hingga sempat bekerja paruh waktu di bidang food & beverage (F&B) untuk menambah uang saku.

​Walau sempat merasa tertekan pada semester lima karena beban tugas yang menumpuk, ia konsisten menjaga prinsip hidupnya.

​”Kuncinya adalah menjaga kepercayaan orang tua dan ibadah. Itu yang membuat saya tetap stabil,” pungkasnya. Kini, dengan gelar sarjana di tangan, Apink siap membawa ilmu Teknik Industri untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat. (*)

Berita Terkini

Sabet Tiga Medali ASEAN Para Games 2025, Atlet NPCI Kota Batu Terima Bonus Prestasi dari Pemprov Jatim

IDEA JATIM, SURABAYA – Prestasi gemilang yang ditorehkan atlet...

Lebih dari Sekadar Bahasa: Sekolah Sabilillah Transformasikan Program Immersion Menjadi International Exposure

IDEA JATIM, ​MALANG – Sekolah Sabilillah kembali menunjukkan komitmennya...

Unisma Raih Hibah Riset Internasional KONEKSI, Kembangkan Model Pendidikan Inklusif di NTB

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali...

Manfaatkan Lahan Sawah, SMPI Islam Almaarif 01 Singosari Tanam Alpukat dan Durian

IDEAJATIM.ID, MALANG – SMPI Islam Almaarif 01 Singosari terus...
spot_img