IDEA JATIM, MALANG – Sekolah Sabilillah kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak pemimpin peradaban dunia. Melalui langkah inovatif, sekolah ini resmi mentransformasikan program English Immersion menjadi International Exposure. Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perluasan visi untuk membawa siswa melampaui batas negara berbahasa Inggris.
Hal itu disampaikan Kepala SMP Islam Sabilillah Malang, Nur Lailiyah, S.Pd., M.Pd, pada Jumat (17/4). Dia menjelaskan bahwa orientasi program kini lebih luas dan menantang. Jika sebelumnya fokus utama adalah penguatan bahasa Inggris di negara penutur aslinya, kini siswa diajak menjajahi negara-negara non-Inggris seperti Taiwan dan China. Hal ini bertujuan agar siswa tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga mulai terpapar pada bahasa internasional lainnya, seperti Mandarin, serta memahami keberagaman budaya global secara lebih mendalam.
Salah satu momen paling inspiratif dalam program ini adalah saat para siswa melakukan sit-in class di One World International School (OWIS), Jurong, Singapura, pada Selasa (14/4) lalu. Di sekolah yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate (IB) dan Cambridge ini, siswa Sabilillah tidak hanya menjadi penonton. Mereka langsung terjun ke dalam kelas-kelas seperti Science, Physics, English, hingga Drama.
”Anak-anak langsung membaur. Mereka bertanya, berdiskusi, dan mengikuti ritme belajar di sana dengan sangat percaya diri,” ungkap Lia, sapaan akrabnya. Keberanian ini menjadi bukti nyata bahwa mentalitas siswa Sabilillah telah siap bersaing di level internasional.
Program yang diikuti oleh sekitar 90 persen siswa kelas 8 ini merupakan perwujudan dari profil Pemimpin Peradaban Dunia. Melalui International Exposure, sekolah ingin mengasah enam profil utama, mulai dari karakter agamis hingga kemampuan multilingual dan saintis.
Dengan kemandirian yang ditempa selama perjalanan dan keberanian berinteraksi dalam lingkungan lintas budaya (cross-cultural), siswa SMP Islam Sabilillah Malang kini tidak hanya bermimpi tentang masa depan, tetapi telah mulai melangkah dan menjadi bagian dari warga global yang sesungguhnya. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan berkualitas adalah tentang memberikan pengalaman nyata dan membuka cakrawala seluas mungkin. (*)



