IDEA JATIM, MALANG – SMK Tunas Bangsa memperkuat posisi sebagai pencetak lulusan siap kerja dengan menggelar rangkaian asesmen akhir dan rekrutmen di tempat (on-the-spot). Melalui kolaborasi strategis bersama industri, mayoritas siswa kelas 12 tahun ajaran 2025/2026 dipastikan langsung terserap ke dunia kerja bahkan sebelum prosesi wisuda Juni mendatang.
Langkah besar ini dimulai sejak 6 Oktober 2025 melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan. Para siswa diterjunkan langsung ke industri untuk mendalami materi produktif sekaligus mengasah etika kerja. Tidak hanya bekerja, mereka juga diwajibkan menyusun jurnal harian yang mendokumentasikan setiap detail aktivitas teknis yang dilakukan di lapangan.
Setelah menuntaskan masa PKL pada Maret 2026 dan menjalani libur Lebaran, para siswa langsung dihadapkan pada “maraton” ujian. Dimulai pada 1 April dengan ujian praktik hasil PKL, rangkaian berlanjut pada presentasi jurnal, Pra-UKK, hingga puncaknya pada Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) yang berakhir pada 16 April 2026.
Kepala SMK Tunas Bangsa, Endah Sri Wahyuni, S.Pd, menegaskan bahwa ketatnya rangkaian ujian ini adalah cermin dari standar dunia usaha. “Kami menerapkan disiplin tinggi dalam setiap asesmen. Tujuannya agar hasil yang diraih benar-benar mencerminkan kemampuan objektif siswa. Mereka harus punya standar industri sebelum resmi dilepas,” tegas Endah saat memantau jalannya ujian.
Terobosan paling menarik terjadi saat sekolah menghadirkan Disnaker, PT ABC (Anak Baik Corporation), dan Kampus ASIA dalam sesi penguatan karakter. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembekalan, tetapi juga rekrutmen langsung di lokasi. Perusahaan-perusahaan tersebut langsung menjaring talenta terbaik dari kelas 12 untuk segera bergabung.
Endah Sri Wahyuni menambahkan bahwa strategi “jemput bola” ini sangat efektif bagi masa depan siswa. “Ini adalah wujud nyata link and match. Industri sendiri yang membuktikan bahwa karakter dan kompetensi siswa kami memang dibutuhkan. Kami ingin siswa punya kepastian kerja sebelum mereka menerima ijazah,” ujarnya penuh bangga.
Senada dengan hal tersebut, Pengawas SMK Tunas Bangsa, Siti Hanik Zubaidah, S.Pd., M.Pd., yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan suntikan motivasi mengenai pentingnya integritas. Beliau menekankan bahwa penguatan karakter adalah investasi jangka panjang agar lulusan tetap diminati oleh industri yang terus berkembang dinamis.
Data sekolah menunjukkan tren yang sangat positif tahun ini. Mayoritas siswa kelas 12 mantap memilih jalur bekerja secara profesional. Tercatat hanya tiga siswa yang memutuskan lanjut ke perguruan tinggi dan satu siswa yang memilih jalur wirausaha. Hal ini menunjukkan bahwa kesiapan mental siswa SMK Tunas Bangsa untuk masuk ke pasar kerja sangatlah tinggi.
Seluruh rangkaian perjuangan selama tiga tahun ini akan ditutup dengan prosesi wisuda pada Kamis, 18 Juni 2026. Momen tersebut menjadi simbol pengembalian siswa kepada orang tua dengan bekal kompetensi yang matang. Sekolah berharap para lulusan dapat melangkah dengan penuh percaya diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (*)





