Asisten Guru Bahasa Jepang Hadir di SMAN 1 Bangil, Siswa Makin Percaya Diri Berbahasa Jepang

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Kesempatan belajar Bahasa Jepang secara langsung dari penutur asli dimanfaatkan siswa SMAN 1 Bangil untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mengenal budaya Negeri Sakura.

Melalui program Asisten Guru Bahasa Jepang, sekolah menghadirkan asisten guru asal Jepang selama enam bulan.

Program tersebut merupakan kolaborasi dari The Japan Foundation Jakarta. Asisten pengajar asal Jepang, Umeki Aisa, mendampingi guru Bahasa Jepang SMAN 1 Bangil dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Guru Bahasa Jepang SMAN 1 Bangil, Yusniah Rokhmawati, M.Pd., menyampaikam kehadiran sensei dari Jepang memberikan pengalaman berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya belajar materi Bahasa Jepang, tetapi juga dapat berkomunikasi langsung dengan penutur asli.

“Anak-anak bisa langsung belajar pelafalan yang benar. Mereka juga bisa bertanya tentang budaya dan kehidupan sehari-hari di Jepang,” ujar Yusniah kepada Ideajatim.id, Kamis, (27/8).

SMAN 1 Bangil
Asisten Guru Bahasa Jepang Hadir di SMAN 1 Bangil, Siswa Makin Percaya Diri Berbahasa Jepang 1

Menurutnya, interaksi langsung tersebut membuat pembelajaran Bahasa Jepang menjadi lebih menarik. Siswa juga memiliki ruang untuk meningkatkan keberanian berbicara dan mempraktikkan bahasa yang selama ini dipelajari di kelas.

Baca Juga:  Malam Tirakatan Gang Cemara RT 05 RW 26 Kejapanan, Warga Doakan Pahlawan dan Tampilkan Drama Si Pitung

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mendorong prestasi siswa. Yusniah menyebut SMAN 1 Bangil sebelumnya telah mencatat sejumlah prestasi dalam bidang Bahasa Jepang dan seni budaya Jepang.

“Dari program ini banyak siswa prestasi, yakni berhasil meraih juara dalam lomba pidato Bahasa Jepang tingkat nasional. Juara 3 Lomba Kaligrafi Jepang atau Kanji tingkat provinsi yang diselenggarakan di Universitas Airlangga,” jelas Yusniah.

Sembatar itu, Kepala SMAN 1 Bangil, Imron Rosadi, S.Pd., mendukung program tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas pembelajaran. Menurutnya, pengalaman belajar bersama penutur asli dapat menjadi modal bagi siswa untuk berkembang lebih percaya diri.

Ia berharap program pendampingan ini tidak berhenti pada peningkatan kemampuan berbahasa. Lebih jauh, pengalaman tersebut diharapkan membuka wawasan siswa terhadap budaya global serta mendorong mereka meraih prestasi.

“Dengan kemampuan dan prestasi yang semakin kuat, kami memiliki target semakin banyak siswanya mampu melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman, baik melalui jalur prestasi maupun jalur tes,” pungkasnya. (zed).

Baca Juga:  Perubahan APBD 2026 Pasuruan Disahkan, Fokus Pembangunan Tetap Jalan

Berita Terkini

Waspada Heat Stroke Saat Cuaca Panas, Kenali Gejala dan Lakukan Pencegahan Sejak Dini

Cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir perlu...

Karya Sineas Muda SMA Islam Sabilillah Malang Raih Juara Short Film Contest Internasional

IDEA JATIM, ​MALANG — Tim siswa SMA Islam Sabilillah...

Maulid Nabi di MA Almaarif Singosari, Momentum Membentuk Generasi Religius dan Nasionalis

IDEAJATIM, MALANG – Lapangan MA Almaarif Singosari dipenuhi suasana...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img