IDEAJATIM- Malang — Menjelang sore, angin berembus cukup kencang di Lapangan Tenis Universitas Negeri Malang (UM), Sabtu (22/8/2026). Namun perhatian para pemain dan penonton tak bergeser sedikit pun. Di tiga lapangan yang digunakan bersamaan, setiap poin diperebutkan dengan serius. Sesekali terdengar sorak dukungan dari pinggir lapangan ketika sebuah pasangan berhasil mengamankan angka penting untuk melangkah ke babak berikutnya.
Suasana serupa juga terlihat di Lapangan PELTI Jalan Surabaya, Kota Malang. Sejak pagi, dua venue tersebut nyaris tak pernah sepi. Para peserta datang silih berganti membawa raket, semangat bertanding, dan harapan untuk melangkah lebih jauh dalam Piala Merdeka National Tennis Tournament 2026 yang resmi bergulir hari itu.
Pada hari pertama, pertandingan digelar serentak di dua lokasi. Di Lapangan PELTI, kategori Men Rookie dan Men Novice diikuti 22 pasangan. Sementara di Lapangan UM, kategori Women Rookie dan Men Novice diikuti 18 pasangan yang saling bersaing memperebutkan tiket menuju babak 16 besar.
Namun lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menjadi ruang pertemuan bagi para pencinta tenis dari berbagai daerah. Mereka datang bukan hanya untuk mengejar kemenangan, tetapi juga mengukur kemampuan, memperluas jaringan pertemanan, dan menikmati atmosfer persaingan yang sehat dan penuh keakraban.

Salah satunya dirasakan Wawan, peserta asal Tuban yang mewakili Klub Antara. Baginya, Piala Merdeka menjadi pengalaman pertama yang meninggalkan kesan tersendiri.
“Suasananya sangat meriah. Banyak kelas yang dipertandingkan dan pesertanya juga ramai. Ini pertama kalinya saya mengikuti Piala Merdeka dan ternyata sangat menyenangkan. Selain atmosfer pertandingannya yang kompetitif, Malang juga menawarkan banyak pilihan kuliner dan suasana yang nyaman. Semoga event seperti ini bisa terus konsisten digelar,” ujarnya.
Hari pertama pun menjadi pengalaman manis bagi Wawan setelah berhasil memastikan satu tempat di babak 16 besar kelas Novice.
“Alhamdulillah hari ini saya lolos ke babak 16 besar kelas Novice. Besok masih ada pertandingan lagi dan saya ingin memberikan hasil terbaik,” katanya.
Di lapangan lain, semangat yang sama juga terlihat dari kategori putri. Sorak dukungan dari keluarga, rekan satu klub, hingga sesama peserta membuat pertandingan Women Rookie berlangsung tidak kalah meriah.
Marsya dan Nervina, pasangan peserta asal Lawang, mengaku menikmati atmosfer turnamen sejak pertandingan pertama.
“Kesannya sama seperti penyelenggaraan sebelumnya, seru dan tertata dengan baik. Salah satu yang kami apresiasi adalah jadwal pertandingan yang berjalan tepat waktu,” kata Nervina.

Bagi Marsya, kehadiran turnamen seperti ini bukan hanya soal mencari kemenangan, tetapi juga menjadi ruang untuk mengukur kemampuan yang selama ini diasah melalui latihan.
“Kami berterima kasih karena event seperti ini terus hadir di Malang. Bagi kami, turnamen menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana kemampuan yang dimiliki. Alhamdulillah hari ini kami berhasil lolos ke babak 16 besar kelas Rookie. Tidak ada target khusus, kami hanya ingin bermain maksimal dan memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Kehadiran peserta dari berbagai daerah menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olahraga tenis terus tumbuh. Turnamen tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarkomunitas tenis yang berkembang di berbagai kota.
Di tengah meningkatnya antusiasme tersebut, penyelenggara menilai pelaksanaan hari pertama berjalan sesuai harapan. Seluruh pertandingan dapat berlangsung tepat waktu tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah pelaksanaan hari pertama berjalan lancar di dua venue. Tidak ada kendala yang berarti dan seluruh peserta dapat bertanding sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Ketua Panitia Penyelenggara, Mukhlis Said.
Menurutnya, antusiasme peserta tahun ini menjadi indikator positif bagi perkembangan olahraga tenis sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap turnamen yang diselenggarakan.
“Kami berharap seluruh rangkaian pertandingan hingga babak final dapat berjalan lancar. Semoga peserta yang datang dari berbagai daerah bisa membawa pulang pengalaman dan kesan yang baik dari Piala Merdeka tahun ini,” katanya.
Menjelang malam, satu per satu pertandingan hari pertama akhirnya berakhir. Beberapa peserta pulang dengan senyum kemenangan, sebagian lainnya harus mengakhiri langkah lebih awal. Namun dari dua lapangan yang terpisah itu, tersisa kesan yang sama: Piala Merdeka bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Ia menjadi ruang perjumpaan bagi para penghobi tenis untuk bertanding, belajar, dan menikmati olahraga yang mereka cintai bersama.




