Perkuat Komitmen Desa Binaan, Polinema Resmi Tutup KKN Tematik 2026 di Desa Tulusbesar

​IDEA JATIM, MALANG — Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai Balai Kantor Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, pada Minggu (16/8/2026). Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 yang telah berlangsung selama dua minggu di desa tersebut.

​Acara penutupan yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Polinema, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat ini menjadi momen pungkasan sekaligus penanda makin eratnya jalinan kemitraan strategis antara institusi pendidikan tinggi vokasi tersebut dengan masyarakat Desa Tulusbesar.

​Dalam sambutannya di Kantor Desa Tulusbesar, Wakil Direktur Bidang III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah desa dan seluruh warga yang telah menerima serta mendampingi sekitar 50 mahasiswa Polinema selama menjalankan program pengabdian.

​Pipit menjelaskan bahwa KKN Tematik kali ini dirancang berbeda dibanding model KKN konvensional. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa bersama dosen pembimbing telah melakukan pemetaan kebutuhan dan diskusi mendalam dengan pihak desa guna menentukan target kerja yang terukur dan aplikatif.

Baca Juga:  Dukung UMKM Kuliner, Tim PKM Polinema Dampingi Kedai AARA Malang Raih Sertifikasi Halal

​”Beda banget dengan KKN zaman kami dulu. Ini sudah jelas dari awal sebelum terjun, kita sudah tentukan apa yang akan dikerjakan. Kita mengundang Pak Desa, diskusi di internal kampus, baru terjun langsung action. Jadi tidak terlalu banyak waktu untuk pendekatan, kita langsung eksekusi karena waktu terbatas dan ada sesuatu riil yang dikerjakan,” ungkap Pipit.

​Selama dua pekan pelaksanaan, mahasiswa Polinema berhasil menggarap 7 proyek tematik yang berfokus pada pemecahan masalah teknis dan pemberdayaan masyarakat desa.

​Menanggapi antusiasme dan masukan dari Kepala Desa Tulusbesar terkait permintaan penambahan durasi KKN serta keberlanjutan proyek di masa depan, manajemen Polinema menyambut hangat aspirasi tersebut. Pihak kampus berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi dampak program terhadap masyarakat.

​”Nanti ketika ini sudah selesai, kami pulang ke kampus, tim dosen akan terus memantau. Memantau apa yang sudah dikerjakan, apakah riil dampaknya seperti apa. Ke depan kita akan terus perbaiki dan tingkatkan agar KKN ideal yang dicanangkan pemerintah bisa terlaksana,” terangnya.

Baca Juga:  Direktur Polinema Tegaskan Pentingnya Kejujuran dalam Subsidi Silang

​Dalam kesempatan tersebut, Pipit juga mengungkapkan salah satu gagasan inovatif hasil diskusinya dengan pakar jembatan Polinema, Prof. Taufik, mengenai peluang pengembangan infrastruktur alternatif berbasis bambu untuk wilayah perdesaan di masa mendatang.

​”Beliau itu meneliti dan menekuni bidang jembatan dan bahan-bahan jembatan. Menarik sekali kalau suatu saat kita bisa buat alternatif jembatan berbasis bambu. Siapa tahu ke depan nanti di sini atau tempat lain kita akan coba ke sana,” tambahnya.

​Langkah Polinema dalam memfokuskan KKN di wilayah Malang Raya juga sejalan dengan arahan Bupati Malang. Sebelum melangkah lebih jauh ke daerah luar, perguruan tinggi di Malang diharapkan mampu mengoptimalkan potensi dan menyelesaikan tantangan pembangunan di wilayah lokal terlebih dahulu.

​”Pesan Pak Bupati, kami para perguruan tinggi di Malang diminta betul sebelum melangkah jauh KKN ke tempat lain, lihat dulu Kabupaten dan Kota Malang. Jangan-jangan di sini masih butuh banyak sentuhan KKN daripada jauh-jauh ke Lumajang, Trenggalek, atau Nganjuk,” kata Pipit.

​Meskipun masa KKN secara resmi telah usai dan para mahasiswa akan kembali mengikuti perkuliahan reguler pada 24 Agustus mendatang, Polinema menegaskan bahwa jalinan silaturahmi dan status Desa Tulusbesar sebagai Desa Binaan Polinema akan terus berkelanjutan. Mahasiswa melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) juga didorong untuk terus menjadikan Desa Tulusbesar sebagai wadah kegiatan pengabdian masyarakat secara konsisten. (*)

Baca Juga:  KKN Tematik Polinema di Tulus Besar: Mahasiswa Tebar Inovasi Lintas Jurusan

Berita Terkini

“Sudah Merdeka, Mengapa Masih Harus Minta Izin?”

Penulis: Dr. Sulih Indra Dewi, S.Sos., M.APeneliti Kajian Gender...

Mengejar Garuda dari SDIS 2

IDEA JATIM, MALANG - Ada energi berbeda di lapangan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img