KKN Tematik Polinema, Lahirkan 8 Proyek Riil untuk Masyarakat Tulusbesar

IDEA JATIM, ​MALANG – Politeknik Negeri Malang (Polinema) mencatatkan sejarah baru dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat. Untuk pertama kalinya, Polinema menerjunkan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang.

​Wakil Direktur Bidang III Polinema, Ir. Pipit Wahyu Nugroho, M.T., mengungkapkan bahwa hasil evaluasi pelaksanaan KKN Tematik ini berjalan sangat sukses, bahkan di luar ekspektasi pimpinan kampus.

​”Hasil evaluasi pimpinan di luar dugaan kami. Semula kami sempat was-was karena ini pengalaman pertama bagi politeknik dan belum ada gambaran sebelumnya. Namun, berkat hubungan kuat dengan Desa Tulusbesar, mahasiswa berhasil menyelesaikan delapan proyek riil yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Pipit saat ditemui di lokasi kegiatan, Minggu (16/8/2026).

​Program yang berlangsung selama dua minggu ini dirancang sangat matang. Berbeda dengan KKN pada umumnya, Polinema telah menerjunkan tim khusus—termasuk berkolaborasi dengan UKM Bakti Karya Mahasiswa—untuk meriset dan mengidentifikasi kebutuhan spesifik warga desa selama hampir dua bulan sebelum pemberangkatan.

Baca Juga:  Dukung UMKM Kuliner, Tim PKM Polinema Dampingi Kedai AARA Malang Raih Sertifikasi Halal

​Tak hanya itu, KKN Tematik ini juga melibatkan kolaborasi lintas jurusan secara menyeluruh. Berbagai alat dan teknologi tepat guna hasil rancangan mahasiswa serta dosen diserahkan langsung kepada pihak desa dan pelaku UMKM setempat untuk dimanfaatkan.

​”Karya mahasiswa Politeknik ini betul-betul aplikatif. Harapan kami ke depan, pihak desa dapat terus merawat dan mengembangkan peralatan yang telah diberikan agar manfaatnya berkelanjutan,” tambah Pipit.

​Melihat keberhasilan dan dampak positif yang dihasilkan pada KKN perdana ini, Polinema berencana untuk mengembangkan program serupa di masa mendatang. Ke depan, durasi pelaksanaan KKN Tematik diproyeksikan akan diperpanjang dengan melibatkan jumlah mahasiswa yang lebih besar.

Kepala Desa Tulusbesar, Sirat Yudin, memberikan nilai hampir sempurna untuk pelaksanaan KKN Tematik mahasiswa Polinema yang dinilai berhasil menjawab kebutuhan riil masyarakat setempat. ​”Dari delapan program yang dicanangkan, seluruhnya berhasil dilaksanakan. Tanggapan dari masyarakat sangat positif,” ujar Sirat Yudin saat ditemui usai peninjauan program. Begitu terkesannya dengan kinerja para mahasiswa, ia secara berseloroh namun mantap memberikan nilai 99,9 persen untuk pengabdian tersebut. “Kalau 100 persen kan milik Yang Kuasa,” tambahnya diselingi tawa.

Baca Juga:  Polinema Gelar 'Campus-Company Fit and Hiring Program', Jembatani Ribuan Lulusan dengan Dunia Kerja

​Kemitraan antara Desa Tulusbesar dan Polinema sendiri bukanlah hal baru. Selama empat tahun terakhir, berbagai inovasi teknologi tepat guna berbasis pengabdian masyarakat telah dihadirkan di desa ini. Mulai dari pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk organik dan instalasi biogas untuk penerangan di Dusun Sumber Suko, mesin pencacah pakan ternak, hingga bantuan alat pengolah keripik untuk mendukung UMKM lokal.

​Melihat rekam jejak yang solid tersebut, Sirat menegaskan pihak desa selalu siap menyambut program-program keberlanjutan dari Polinema. ​Untuk rencana ke depan, Pemerintah Desa Tulusbesar bersama pihak direktorat Polinema tengah menjajaki proyek strategis berupa pembangunan jembatan berbahan bambu dengan teknologi tepat guna. Jembatan ini dirancang untuk menghubungkan akses warga yang terpisah oleh aliran sungai.

​”Bambu memiliki fleksibilitas dan kelenturan yang baik saat terjadi guncangan dibandingkan struktur besi yang berisiko retak,” jelas Sirat mengutip hasil diskusi teknis dengan pakar dari Polinema. Harapannya, proyek ini dapat terealisasi pada periode KKN maupun pengabdian masyarakat di tahun mendatang untuk memperkuat infrastruktur dan perekonomian desa. (*)

Baca Juga:  Direktur Polinema Tegaskan Pentingnya Kejujuran dalam Subsidi Silang

Berita Terkini

“Sudah Merdeka, Mengapa Masih Harus Minta Izin?”

Penulis: Dr. Sulih Indra Dewi, S.Sos., M.APeneliti Kajian Gender...

Mengejar Garuda dari SDIS 2

IDEA JATIM, MALANG - Ada energi berbeda di lapangan...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img