KKN Tematik Polinema di Tulus Besar: Mahasiswa Tebar Inovasi Lintas Jurusan

IDEA JATIM, ​MALANG – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik perdana Politeknik Negeri Malang (Polinema) resmi menerjunkan para mahasiswanya di Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Mengusung konsep kolaborasi lintas jurusan, KKN perdana ini memfokuskan aksinya pada pengolahan limbah peternakan dan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.

​Ketua Kelompok 1 KKN Tematik Polinema, Thoriq Habiburrahman Prasetyo, mengungkapkan bahwa mayoritas warga Desa Tulus Besar berprofesi sebagai peternak dan petani. Namun, potensi limbah kotoran ternak yang melimpah selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga setempat.

​”Potensi kotoran kambing di kawasan ini sangat besar, tetapi pengolahannya masih manual dan memakan waktu lama. Biasanya butuh waktu hingga seminggu lebih untuk fermentasi alami. Melalui KKN ini, kami menghadirkan solusi berupa mesin pencacah kotoran kambing,” ujar Thoriq saat ditemui di lokasi kegiatan.

​Penggunaan mesin pencacah hasil rancangan mahasiswa Teknik Mesin Polinema ini mampu memotong rantai waktu fermentasi secara signifikan. Kotoran kambing yang dicacah hingga halus dapat terurai dan siap diolah menjadi kompos hanya dalam waktu 2 hingga 3 hari.

​KKN Tematik yang berlangsung selama dua pekan sejak awal Agustus ini tidak hanya berfokus pada inovasi teknologi peternakan. Kelompok 1 yang beranggotakan 21 mahasiswa dari 7 jurusan berbeda ini merancang program kerja yang saling terintegrasi dari hilir ke hulu:

Baca Juga:  Halal Bihalal Polinema 1447 H: Perkuat Sinergi dan Kebersamaan Menuju Kampus Berdampak

​Teknik Mesin: Merancang dan memproduksi mesin pencacah kotoran ternak

​Administrasi Niaga: Menyusun strategi pemasaran dan komersialisasi produk pupuk kompos yang dihasilkan warga.

​Teknik Sipil & Teknik Elektro: Bekerja sama membangun fasilitas penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya lengkap dengan instalasi tiangnya di area Panggung Budaya desa.

​Teknologi Informasi (TI): Membangun dan mengoptimalkan situs web resmi desa sebagai media promosi digital untuk kebudayaan, potensi wisata, dan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

​Akuntansi: Pendampingan pengelolaan dan penyusunan laporan keuangan digital berbasis aplikasi bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Teknik Kimia : Memberikan pendampingan proses fermentasi pupuk

​Seluruh fasilitas fisik, seperti tiang penerangan jalan dan mesin pencacah, telah selesai diproduksi di kampus dan disiagakan di lokasi. Saat ini, para mahasiswa tengah bersiap melakukan sosialisasi dan penyerahan unit mesin secara langsung kepada kelompok peternak setempat.

​”Mesin ini didesain khusus untuk limbah padat kotoran ternak. Harapan kami, kehadiran teknologi sederhana ini beserta pendampingan dari berbagai bidang keilmuan mahasiswa Polinema dapat memberikan nilai tambah ekonomi dan kemandirian bagi warga Desa Tulus Besar,” jelas Thoriq.

Baca Juga:  Direktur Polinema Tegaskan Pentingnya Kejujuran dalam Subsidi Silang

Sementara itu, Kelompok 2 KKN Tematik menghadirkan serangkaian inovasi teknologi tepat guna untuk masyarakat Desa Tulus Besar, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Mengusung kolaborasi lintas disiplin ilmu, program ini berfokus utama pada pengolahan sampah mandiri hingga efisiensi pelayanan administrasi desa.

​Salah satu program unggulan yang dihadirkan adalah penerapan mesin pencacah sampah organik. Alat yang dirancang oleh mahasiswa Teknik Mesin ini mampu mengolah sisa-sisa sampah rumah tangga dan limbah organik menjadi bahan siap kompos.

Menurut Daffa As’ad Agastya, Ketua KKN Tematik Kelompok 2 Polinema, hasil cacahan tersebut nantinya akan diproses lebih lanjut menggunakan alat komposter dari Jurusan Teknik Kimia.
​”Prosesnya cukup sederhana, mesin dinyalakan lalu sampah dimasukkan secara bertahap agar hasilnya maksimal. Nanti olahan tersebut dapat menghasilkan dua jenis produk pembenah tanah, yaitu pupuk padat dan pupuk cair,” jelas Daffa saat mendemonstrasikan alat tersebut.

​Tak hanya pengelolaan lingkungan, KKN Tematik Kelompok 2 yang beranggotakan 21 mahasiswa ini membawahkan total 7 subtema kegiatan yang terintegrasi dari pelbagai jurusan:

Baca Juga:  Perkuat Sinergi Vokasi dan Industri, Polinema Gelar Campus Company Fit & Hiring Program II 2026

​Teknik Sipil: Pemetaan lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan bank sampah.

​Teknik Elektro: Penerangan jalan berbasis daya ramah lingkungan sebanyak 9 titik di fasilitas umum dan punden desa.

​Teknologi Informasi (TI): Pengembangan modul situs web desa khusus pelayanan persuratan warga (seperti surat pengantar).

​Akuntansi: Pendampingan BUMDes melalui penyusunan template pembukuan dan laporan keuangan.

​Administrasi Niaga (AN): Pembuatan dan penempatan papan informasi publik di titik-titik strategis desa.

​Teknik Kimia & Teknik Mesin: Pembuatan alat komposter modern serta mesin pencacah sampah organik.

​Sinergi antar-jurusan ini juga dikolaborasikan dengan Kelompok 1 KKN Polinema, seperti penggabungan portal web desa yang mencakup fitur pelayanan publik sekaligus promosi potensi wisata lokal. Melalui rangkaian inovasi ini, mahasiswa Polinema berharap Desa Tulus Besar dapat menjadi salah satu percontohan desa mandiri pengelolaan lingkungan dan pelayanan publik berbasis digital. (*)

Berita Terkini

UMKM Toyomarto Didorong Naik Kelas, Mahasiswa UNIRA Bantu Urus NIB dan Sertifikat Halal

MALANG, IDEAJATIM.ID – Pelaku UMKM di Dusun Bodean Putuk,...

Klompen Toyomarto Masih Berdenyut, Tapi Penerusnya Mulai Langka

MALANG, IDEAJATIM.ID – Suara mesin dan potongan kayu masih...

Resmikan Klinik Utama, UM Integrasikan Layanan Kesehatan dan Laboratorium Pendidikan

IDEA JATIM, ​MALANG – Langkah monumental diambil Universitas Negeri...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img