IDEA JATIM, SURABAYA – Guna mempersempit celah antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan dunia kerja, Program Studi Pendidikan Teknik Otomotif (PTO) Universitas Negeri Malang (UM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Buana Indomobil Trada (BIT), diler utama Suzuki di Jawa Timur. Kolaborasi ini fokus pada sinkronisasi kurikulum dan penyediaan “laboratorium hidup” bagi mahasiswa untuk menghadapi pesatnya transformasi teknologi otomotif.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan langsung di pusat layanan PT BIT, Jalan Kenjeran, Surabaya, pada Kamis (16/04). Melalui langkah konkret ini, UM berkomitmen memastikan setiap lulusannya tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki keahlian teknis yang tersertifikasi sesuai dengan standar industri global.
Ketua Program Studi PTO UM, Dr. Dani Irawan, menekankan bahwa penguasaan teori di ruang kelas saja tidak lagi cukup untuk bersaing di pasar kerja yang kian kompetitif. Mahasiswa membutuhkan paparan langsung pada dinamika bengkel modern.
”Kerja sama ini adalah komitmen kami untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan. Mahasiswa harus melihat langsung bagaimana industri bekerja. Fasilitas di PT BIT ini adalah laboratorium hidup bagi mereka untuk mengasah keterampilan teknis dan membangun mental kerja profesional,” tegas Dr. Dani.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Wilayah After Sales PT BIT Jawa Timur, Sudarmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat membutuhkan suplai talenta yang adaptif, terutama dalam menghadapi tren kendaraan ramah lingkungan di masa depan.
”Industri otomotif saat ini bergerak cepat menuju efisiensi dan elektrifikasi. Kami membutuhkan teknisi yang memiliki kemampuan troubleshooting kuat serta siap menghadapi perkembangan teknologi terbaru. Kerja sama ini menjadi jembatan transfer teknologi yang saling menguntungkan,” ujar Sudarmanto.
Kemitraan ini mencakup empat program utama yang terintegrasi. Pertama, pembaruan kurikulum berbasis industri agar materi kuliah selaras dengan Standard Operating Procedure (SOP) terbaru. Kedua, pelaksanaan on-the-job training (OJT) atau magang di bengkel resmi Suzuki. Ketiga, program praktisi mengajar yang menghadirkan tenaga ahli industri ke kampus. Terakhir, adanya peluang rekrutmen bagi lulusan PTO UM yang telah tersertifikasi.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata peran UM dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya pada sektor pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi. Melalui sinergi ini, para mahasiswa diharapkan mampu bertransformasi menjadi tenaga ahli otomotif yang kompeten dan siap bersaing di level internasional. (*)




