IDEA JATIM, MALANG – Program International Exposure yang digagas SMP Islam Sabilillah (SMPIS) Malang, Selasa (14/4) lalu, terbukti bukan sekadar kunjungan wisata biasa. Program ini dirancang sebagai kawah candradimuka bagi siswa untuk mengasah keberanian dan kemampuan adaptasi di level global.
​Berbeda dengan kunjungan edukasi pada umumnya, para siswa SMPIS diwajibkan melakukan sit-in atau masuk langsung ke dalam kelas di sekolah mitra di luar negeri. Mereka berinteraksi, belajar, dan berdiskusi bersama siswa dari negara lain, seperti
di One World International School (OWIS) Singapura dan International Islamic School Malaysia (IISM) Malaysia.
​Satu hal yang unik dalam program ini adalah penggunaan English Speaking Record Card. Sejak sebelum berangkat, siswa ditantang untuk mencatat setiap aktivitas komunikasi bahasa Inggris mereka. Siswa wajib merekam momen saat mereka berbicara bahasa Inggris, mulai dari di bandara, hotel, hingga di dalam kelas sekolah tujuan.
​Sebelum berangkat, siswa setidaknya harus mengisi dua lembar atau empat halaman catatan aktivitas berbahasa. Di akhir program, sekolah memberikan awarding bagi delapan kategori siswa terbaik, termasuk mereka yang paling aktif berkomunikasi.
​Kepala SMP Islam Sabilillah Malang, Nur Lailiyah, S.Pd., M.Pd menekankan bahwa program yang dimulai sejak tahun 2023 ini adalah murni investasi pendidikan. Branding sekolah yang kuat hanyalah dampak positif dari kualitas program yang dijalankan secara serius.
​”Kami tidak pernah hanya soal branding. Semua adalah untuk edukasi. Harapannya, anak-anak punya pengalaman belajar dan praktik bahasa Inggris yang berdampak pada rasa percaya diri dan keterbukaan wawasan mereka,” ujar Lia, sapaan akrabnya.
​Berdasarkan survei terhadap siswa kelas 9, program International Exposure konsisten menempati urutan teratas sebagai kegiatan yang paling berdampak dan tak terlupakan selama masa sekolah. ​Kini, kesuksesan program ini mulai menarik perhatian sekolah mitra. Beberapa sekolah di Malaysia dan Singapura pun menyatakan ketertarikannya untuk melakukan kunjungan balasan ke SMP Islam Sabilillah Malang untuk melihat langsung ekosistem pendidikan di sekolah favorite yang ada di Malang ini. (*)



