IDEA JATIM, MALANG – Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah Malang menggelar prosesi Wisuda Pendidikan Al-Qur’an Sekolah Sabilillah untuk Tahun Pelajaran 2025/2026. Acara bernuansa khidmat ini diselenggarakan pada Kamis, (11/6) hari ini, bertempat di Gedung Sport Center (SC) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kegiatan Wisuda Pendidikan Al-Qur’an Sekolah Sabilillah dihadiri Ketua Dewan Pembina Yayasan Sabilillah, Prof. Dr. H. Ahmad Rofi’uddin, M.Pd, jajaran pengurus yayasan, Direktur LPI Sabilillah Malang, Prof. Dr. Ibrahim Bafadal, M.Pd, jajaran direksi, Pengasuh PIQ Singosari, Pengasuh Yayasan Hidayatul Mubtadiin Lumajang, dan Kepala Kantor Kemenag Kota Malang.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris LPI Sabilillah Malang, Dr. Ali Afandi, M.Pd menyampaikan laporan akademik kepada para orang tua wisudawan dan segenap undangan. Dia mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil asesmen dan proses tashih dari pihak eksternal, Sekolah Sabilillah berhasil meluluskan sebanyak 579 peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan pada tahun pelajaran ini. Pendidikan Al-Qur’an di Sekolah Sabilillah sendiri dikembangkan melalui tiga program utama, yaitu program Tartil Al-Qur’an menggunakan metode Sabilillah Bil Qalam (SBQ), program Terjemah Al-Qur’an, serta program Tahfidz Al-Qur’an.

Untuk menjamin mutu akademik secara objektif, standardisasi kelulusan dilakukan melalui pengujian langsung oleh lembaga keagamaan eksternal yang sangat kredibel. Program tartil ditashih oleh Pesantren Ilmu Al-Qur’an (PIQ) Singosari Malang, program terjemah dibimbing dan ditashih oleh Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in (Yahtadi) Lumajang, sedangkan program tahfidz bermitra dengan Pimpinan Pusat Jamiyatul Qurra wal Huffadz Nahdlatul Ulama (PP JQHNU).
Dari total kelulusan tersebut, capaian di setiap jenjang terdokumentasi dengan sangat baik. Pada jenjang Taman Kanak-Kanak, terdapat 105 peserta didik yang lulus dengan rincian 76 siswa dari TK 1 dan 29 siswa dari TK 2, di mana mereka telah memenuhi Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Tartil Al-Qur’an Jilid 2 dan hafal 15 surat pendek. Selanjutnya, pada jenjang Sekolah Dasar tercatat ada 131 peserta didik yang berhasil mencapai SKL Tartil Al-Qur’an 30 Juz dan hafal Juz 30.
Keberhasilan ini terus berlanjut pada jenjang Sekolah Menengah Pertama dengan total 207 peserta didik. Rinciannya terdiri atas 86 siswa yang mencapai SKL Tartil Al-Qur’an 30 Juz dan hafal Juz 30, 110 siswa untuk program terjemah Al-Qur’an 2 Juz, serta 11 siswa untuk program tahfidz Al-Qur’an 4 Juz. Sementara itu, pada jenjang Sekolah Menengah Atas, Sekolah Sabilillah mewisuda 136 peserta didik yang terdiri dari 55 lulusan program tartil 30 Juz dan hafal Juz 30, 53 lulusan program terjemah 2 Juz, serta 28 lulusan program tahfidz 4 Juz.
Dr. Ali Afandi, M.Pd. menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan sekadar keberhasilan di atas kertas. “Jumlah tersebut sesungguhnya bukan sekadar data kuantitatif. Di balik angka tersebut terdapat proses pendidikan yang panjang, ribuan jam pembelajaran, jutaan ayat yang dibaca dan diulang, ketekunan para guru dalam membimbing, kesungguhan peserta didik dalam belajar, serta doa yang tidak pernah putus dari para orang tua,” ujarnya.
Dia menambahkan bahwa dari perspektif pendidikan Islam, capaian ini menunjukkan bahwa ekosistem pendidikan Al-Quran yang dibangun di lingkungan Sekolah Sabilillah berjalan secara efektif dan mampu mewujudkan kesinambungan kompetensi antar-satuan pendidikan.
Pendidikan Al-Qur’an di Sekolah Sabilillah memang dirancang bukan hanya untuk mencetak kemampuan membaca atau menghafal, melainkan sebagai instrumen utama dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan arah pengembangan pemimpin masa depan. Pihak lembaga juga berpesan kepada para wisudawan bahwa wisuda ini bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah amanah yang lebih besar untuk menjaga kalamullah di kehidupan sehari-hari.
Di akhir pernyataannya, Dr. Ali Afandi, M.Pd. menyampaikan harapan besar bagi masa depan para lulusan. Dari perspektif peradaban, capaian ini merupakan investasi strategis dalam menyiapkan generasi yang mampu memadukan kekuatan iman, ilmu, dan akhlak. “Semoga seluruh proses ini menjadi amal saleh dan menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan generasi ulul albab yang beriman, berilmu, beramal, dan berkemajuan menuju terbentuknya Pemimpin Peradaban Dunia,” pungkasnya. (*)





