IDEA JATIM, MALANG – Lulusan Sekolah Sabilillah tidak boleh biasa-biasa saja. Mereka harus punya pembeda. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Sabilillah dalam membentuk karakter para siswa.
Melalui pendekatan kurikulum yang matang, sekolah ini berkomitmen melahirkan lulusan yang unik dan berdaya saing global. Keyakinan ini berakar pada visi besar lembaga untuk mencetak “Pemimpin Peradaban Dunia.”
Pondasi utama kurikulum Sabilillah bertumpu pada enam dimensi profil lulusan. Keenamnya meliputi aspek agamis, qurani, negarawan, saintis, multibahasa (multilingual), hingga capaian prestasi.
”Harapannya, semua siswa Sekolah Sabilillah memiliki enam dimensi ini,” ujar Kepala Bagian Kurikulum LPI Sabilillah Malang, Fatimatus Syifa’, S.Pd., M.Pd.
Dia menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan siswa tidak hanya terpaku pada nilai akademik di atas kertas. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada mereka yang aktif mendulang prestasi di berbagai ajang kompetisi serta unggul dalam penguasaan bahasa asing.
Salah satu dimensi yang paling ditekankan adalah pembentukan karakter pemimpin negarawan. Di Sabilillah, aspek ini tidak sekadar menjadi teori di dalam kelas. Siswa ditempa langsung lewat kegiatan ekstrakurikuler wajib seperti Pramuka dan Paskibra.
Melalui program khusus bertajuk Sabilillah Leadership Class (SLC), siswa digembleng untuk menguasai nilai-nilai kedisiplinan tingkat tinggi. Targetnya jelas: mencetak Pramuka Garuda dan anggota paskibra kota (Paskot) yang tangguh. Nilai-nilai inilah yang harus merasuk ke dalam diri setiap anak didik.
Bagi para guru di Sekolah Sabilillah, melepas kelulusan siswa bukanlah akhir dari tugas. Itu adalah awal dari sebuah estafet perjuangan. Doa tanpa putus selalu mengiringi langkah para alumni agar meraih kesuksesan dunia dan akhirat, serta memiliki ilmu yang barokah.
”Doa kami itu bisa nyambung kalau anak-anak mengamalkan yang sudah dipelajari di sekolah dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Syifa. Mulai dari ibadah wajib, shalat sunnah, wirid, hingga integritas karakter harus tetap dijaga meski mereka sudah tidak lagi berada di lingkungan sekolah.
Kini, ribuan alumni Sabilillah telah tersebar di berbagai tempat. Lembaga berharap besar agar para alumni mampu berkiprah luas, baik di kancah nasional maupun internasional. Mereka diharapkan hadir sebagai pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat luas tanpa sedikit pun melupakan akar nilai Islami mereka.
Pada akhirnya, kesuksesan alumni adalah cermin bagi adik-adik kelas mereka yang masih berjuang di bangku sekolah. ”Harapannya anak-anak menjaga yang sudah didapat (ilmu pengetahuan), memberikan contoh yang baik sehingga menginspirasi adik-adiknya,” pungkas Syifa. (*)





