IDEA JATIM, MALANG – SDK Kolese Santo Yusup 3 (Kosayu 3) mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sekolah dasar unggulan di Kota Malang setelah berhasil meraih peringkat pertama dalam capaian nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat kota. Kabar menggembirakan ini disampaikan Kepala SDK Kolese Santo Yusup 3, Teguh Suharto, S.Pd dalam acara Purnawiyata Serah Terima Kelas VI Tahun Pelajaran 2025-2026 yang digelar khidmat di Aula GSG, Sabtu (13/6/2026).
Teguh mengungkapkan rasa bangga dan gembiranya atas capaian angka-angka akademis yang sangat memuaskan tersebut. Meski begitu, ia menekankan bahwa prestasi ini bukan hasil kerja satu pihak semata.
”Kalau melihat sekadar angka, memang itu sangat membanggakan. Secara personal dan tim guru di sekolah, kami merasa gembira. Namun, untuk mencapai ke sana, ini adalah buah dari kerja sama dengan orang tua dan kesiapan anak-anak itu sendiri,” ujar Teguh.
Keberhasilan meraih peringkat pertama ini tidak lepas dari keberanian sekolah melakukan reformasi sistem evaluasi sejak empat tahun lalu. Berkaca dari hasil TKA awal yang kurang memuaskan, Teguh mengambil keputusan besar dengan menghapus Ulangan Tengah Semester (UTS) konvensional dan menggantinya dengan Ulangan Literasi Numerasi berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Siswa kelas 6 yang lulus tahun ini merupakan angkatan pertama yang telah diasah dengan model soal HOTS dan literasi numerasi sejak mereka duduk di kelas 4. Hasilnya, sekolah tidak hanya mendominasi peringkat kota, tetapi juga mencatatkan nilai sempurna (100) pada mata pelajaran Matematika, serta tingkat kelulusan dengan predikat memadai hingga Baik-Istimewa tanpa ada siswa yang berada di kategori kurang.
Kendati mencetak prestasi akademis yang gemilang, Teguh menegaskan bahwa tantangan terbesar sekolah saat ini justru ada pada pembentukan karakter siswa, bukan sekadar mengejar angka di atas kertas.
SDK Kolese Santo Yusup 3 kini berfokus penuh pada pematapan tiga karakter utama, yaitu Jujur, Mandiri, dan Disiplin.
”Tantangan terberat zaman sekarang adalah membentuk karakter. Kami memilih fokus mematangkan tiga hal: jujur, mandiri, dan disiplin. Di antara ketiganya, nomor satu adalah jujur. Bagi kami, jujur adalah sumber dari segala sifat baik,” tegas Teguh.
Ia menambahkan, karakter mandiri dan disiplin anak-anak juga terus diuji sejak masa pandemi lalu, di mana siswa dituntut untuk tidak sekadar disuapi hasil oleh orang tua, melainkan berani berproses sendiri. Teguh berharap, profil lulusan SDK Kosayu 3 tidak hanya unggul secara kognitif dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kuat di masyarakat. (*)





