Santri Award, SMP Islam Sabilillah : Cara Unik Menghargai Karakter Siswa di Bulan Ramadan

IDEA JATIM, MALANG – ​Siapa bilang prestasi hanya soal angka di rapor? Di SMP Islam Sabilillah Malang (SMPIS), rumusnya beda. Prestasi itu luas. Seluas samudera kebaikan.

​Tahun ini, suasana Ramadan di sana tidak biasa. Ada gregetnya. Ada kompetisinya. Tapi kompetisi yang bikin hati adem: Santri Award.

​Saya tertarik dengan cara pikir Miftahul Jannah, Waka Kurikulum di sana. Dia ingin menggeser paradigma. “Kami ingin tunjukkan, semua anak bisa berprestasi,” katanya.

​Dulu, anak hebat itu ya yang juara 1, 2, atau 3 di kelas. Titik. Sekarang? Tidak lagi. Di SMPIS, Anda rajin sapa kakek-nenek saja sudah dianggap berprestasi. Serius.

​Ada enam kategori di Santri Award ini. Mulai dari yang paling banyak khatam Alquran, yang paling disiplin, sampai yang paling santun. Penilaiannya detail.

Tiap kelas ada jagonya. Satu orang satu kategori. Adil.

​Tapi yang paling menarik buat saya adalah program Ramadan Fastabiqul Khoirot. Ini inovasi baru. Siswa ‘dipaksa’ melakukan kebaikan nyata di rumah. Salah satunya: wajib menelepon kerabat. Menanyakan kabar paman, bibi, atau nenek.

Baca Juga:  Lolos Program BTI, Tiga Siswa SMP Islam Sabilillah Malang Perdalam Kompetensi STEM Di Institut Teknologi DEL Sumatera Utara

​Zaman sekarang, anak asyik dengan gadget-nya sendiri itu biasa. Tapi anak yang ingat menelepon neneknya di desa? Itu luar biasa. Itulah karakter.

Itulah prestasi yang sesungguhnya.

​Urusan sosial? Jangan ditanya.
Kolaborasi OSIS dan orang tua siswa di sana paten sekali. Mereka berhasil membagikan 1.800 paket takjil. Bukan cuma itu, siswa juga diajak untuk berbagi kepada sesama. Kepada duafa. Melalui zakat, infak dan

​Ada ratusan paket zakat yang terkumpul. Ada uang tunai. Ada parsel. Siswa melihat langsung mata anak panti yang berbinar saat menerima bantuan. Pelajaran empati ini tidak ada di buku teks mana pun.

​Ramadan di SMP Islam Sabilillah bukan sekadar menahan lapar. Ini momentum transformasi. Dari siswa yang biasa saja, menjadi pribadi yang berani, peduli, dan religius.

​Prestasinya tidak hanya tertulis di kertas rapor yang akan menguning. Tapi tertanam di hati sanubari.

​Begitulah seharusnya sekolah. Bukan hanya pabrik nilai, tapi persemaian karakter. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Pelari Zombie

Layaknya sesosok Zombie yang terlihat hidup, namun tak bernyawa,...

UNISMA Lebarkan Sayap Internasional di Inggris, Gandeng Al Kauthar Academy dan PCINU UK

IDEA JATIM, INGGRIS – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus...

Perkuat Jejaring Global, UNISMA Gandeng Minhaj Welfare Foundation Inggris demi Kontribusi Nyata

IDEA JATIM, INGGRIS – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img