SMPIS di Panggung Dunia

IDEA JATIM, MALANG – ​Dua lembar kertas. Empat halaman. Namanya mentereng: English Speaking Record Card. Kedengarannya sederhana. Tapi bagi siswa SMP Islam Sabilillah (SMPIS) Malang, itu adalah “paspor” mental.

​Sejak di ruang tunggu bandara, catatan itu sudah harus diisi. Di hotel, wajib diisi. Masuk sekolah di Singapura, apalagi. Isinya? Rekaman aktivitas mereka bicara bahasa Inggris. Inilah cara memaksa keberanian dan percaya diri.

Dan pada ​Selasa lalu, aula One World International School (OWIS) Jurong, Singapura, jadi saksi. Anak-anak Malang itu bukan datang untuk foto-foto selfie di depan patung Merlion. Mereka berdiri di depan kelas internasional. Mereka sedang pamer ide. Namanya: Project Showcase.

​Mereka memaparkan hasil Project Based Learning (PjBL). Menggunakan bahasa Inggris. Di hadapan siswa lokal keturunan Tionghoa dan India. Temanya berat: solusi atas persoalan global. Tapi mereka membawakannya dengan enteng. Lugas. Tajam.

​Nur Lailiyah, S.Pd., M.Pd, yang akrab disapa Lia, tersenyum puas. “Ini ujian nyata kepemimpinan,” katanya. Benar. Pemimpin itu harus berani bicara. Harus punya gagasan.

Baca Juga:  Prestasi Membanggakan, Sekolah Sabilillah Malang Gelar Pelepasan Lulusan Tahun Ajaran 2025/2026

​Siswa SMPIS juga ikut sit-in. Masuk kelas beneran. Belajar Science, Physics, sampai Drama. Berbaur dengan kurikulum internasional. Begitu mental sudah nyambung, baru mereka naik panggung.

​Riset anak SMPIS ternyata bukan kaleng-kaleng. Siswa Singapura pun dibuat penasaran. Tanya jawab terjadi. Debat akademik mengalir. Itulah esensi pendidikan: menghidupkan otak, bukan sekadar menghafal buku.

​Besoknya, Rabu, mereka geser ke Malaysia. Panggungnya di International Islamic School Malaysia (IISM). Agendanya sama: unjuk gigi hasil riset. Juga menampilkan seni budaya Nusantara.

​Lia menekankan satu hal: ini bukan soal gaya-gayaan. Bukan sekadar branding sekolah biar kelihatan keren. “Semua murni untuk edukasi,” tegasnya. Investasi pendidikan itu memang mahal, tapi hasilnya tak ternilai.

​Kini, justru sekolah di Singapura dan Malaysia yang penasaran. Mereka ingin balik berkunjung ke Malang. Mereka ingin lihat: bagaimana sekolah di Malang ini bisa membangun ekosistem yang membuat anak SMP-nya tidak takut bicara di panggung dunia.

​Dulu, kita bangga kalau bisa kirim guru belajar ke luar negeri. Sekarang, siswanya yang jadi guru bagi inovasi mereka sendiri.

Baca Juga:  Gebyar HUT ke-29 SD Islam Sabilillah Malang 1 ; Hari Ini Gelar Jalan Sehat Dan Pentas Seni Siswa

​Masa depan itu bukan ditunggu. Masa depan itu dipresentasikan. Di Singapura. Di Malaysia. Oleh anak-anak Malang. Siswa-siswi SMPIS. (*)

- Advertisement - SPMB

Berita Terkini

Pelari Zombie

Layaknya sesosok Zombie yang terlihat hidup, namun tak bernyawa,...

UNISMA Lebarkan Sayap Internasional di Inggris, Gandeng Al Kauthar Academy dan PCINU UK

IDEA JATIM, INGGRIS – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img