SMPIS di Panggung Dunia

IDEA JATIM, MALANG – ​Dua lembar kertas. Empat halaman. Namanya mentereng: English Speaking Record Card. Kedengarannya sederhana. Tapi bagi siswa SMP Islam Sabilillah (SMPIS) Malang, itu adalah “paspor” mental.

​Sejak di ruang tunggu bandara, catatan itu sudah harus diisi. Di hotel, wajib diisi. Masuk sekolah di Singapura, apalagi. Isinya? Rekaman aktivitas mereka bicara bahasa Inggris. Inilah cara memaksa keberanian dan percaya diri.

Dan pada ​Selasa lalu, aula One World International School (OWIS) Jurong, Singapura, jadi saksi. Anak-anak Malang itu bukan datang untuk foto-foto selfie di depan patung Merlion. Mereka berdiri di depan kelas internasional. Mereka sedang pamer ide. Namanya: Project Showcase.

​Mereka memaparkan hasil Project Based Learning (PjBL). Menggunakan bahasa Inggris. Di hadapan siswa lokal keturunan Tionghoa dan India. Temanya berat: solusi atas persoalan global. Tapi mereka membawakannya dengan enteng. Lugas. Tajam.

​Nur Lailiyah, S.Pd., M.Pd, yang akrab disapa Lia, tersenyum puas. “Ini ujian nyata kepemimpinan,” katanya. Benar. Pemimpin itu harus berani bicara. Harus punya gagasan.

​Siswa SMPIS juga ikut sit-in. Masuk kelas beneran. Belajar Science, Physics, sampai Drama. Berbaur dengan kurikulum internasional. Begitu mental sudah nyambung, baru mereka naik panggung.

​Riset anak SMPIS ternyata bukan kaleng-kaleng. Siswa Singapura pun dibuat penasaran. Tanya jawab terjadi. Debat akademik mengalir. Itulah esensi pendidikan: menghidupkan otak, bukan sekadar menghafal buku.

​Besoknya, Rabu, mereka geser ke Malaysia. Panggungnya di International Islamic School Malaysia (IISM). Agendanya sama: unjuk gigi hasil riset. Juga menampilkan seni budaya Nusantara.

​Lia menekankan satu hal: ini bukan soal gaya-gayaan. Bukan sekadar branding sekolah biar kelihatan keren. “Semua murni untuk edukasi,” tegasnya. Investasi pendidikan itu memang mahal, tapi hasilnya tak ternilai.

​Kini, justru sekolah di Singapura dan Malaysia yang penasaran. Mereka ingin balik berkunjung ke Malang. Mereka ingin lihat: bagaimana sekolah di Malang ini bisa membangun ekosistem yang membuat anak SMP-nya tidak takut bicara di panggung dunia.

​Dulu, kita bangga kalau bisa kirim guru belajar ke luar negeri. Sekarang, siswanya yang jadi guru bagi inovasi mereka sendiri.

​Masa depan itu bukan ditunggu. Masa depan itu dipresentasikan. Di Singapura. Di Malaysia. Oleh anak-anak Malang. Siswa-siswi SMPIS. (*)

Berita Terkini

Siswa MTs Almaarif 01 Singosari Olah Limbah Jadi Produk Kreatif, Belajar dari Pengalaman Nyata

IDEAJATIM.ID, MALANG – Cara belajar yang berbeda diterapkan MTs...

Dari Jelantah Jadi Berkah, Kreativitas Siswa MTs Almaarif 01 Singosari Ubah Limbah Jadi Produk Bernilai

IDEAJATIM.ID, MALANG – Limbah yang kerap dianggap tak berguna,...

Cetak Pemimpin Masa Depan, UMM Buka Jalur Beasiswa Khusus Aktivis OSIS Tanpa Tes

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali...

Siswa SMPIS ‘Taklukkan’ Kelas Internasional Lewat International Exposure

IDEA JATIM, MALANG - Program International Exposure yang digagas...
spot_img