Sarjana Plus Tiket Kerja

IDEA JATIM, MALANG – Ijazah saja tidak cukup. Begitu keyakinan Prof Dodi Wirawan Irawanto. Rektor Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang itu tahu persis: pasar kerja sekarang makin galak.

FOTO : Lulusan Terbaik, Nieke Dedna, S.T

​Maka, Prof Dodi pun tancap gas. Sejak tahun lalu, dia bikin terobosan. Mahasiswa UNITRI tidak boleh hanya mengandalkan selembar kertas bertuliskan ijazah. Mereka harus punya “senjata” lain: sertifikat kompetensi. Nasional. Bahkan internasional.

​”Ke depan, semua prodi harus punya standar SKKNI,” ujar Prof Dodi.

​Logikanya sederhana. Kalau melamar kerja hanya bawa ijazah, saingannya ribuan. Tapi kalau punya sertifikat kompetensi, nilai tawarnya beda. Di Teknik, mahasiswanya dibekali sertifikasi kepala proyek. Di Manajemen, ada sertifikasi admin SDM.

​Hebatnya lagi, mahasiswa tidak perlu menunggu wisuda untuk mendapatkannya. Semester tujuh sudah bisa curi start. Jadi, begitu toga dipakai, tangan kanan pegang ijazah, tangan kiri sudah pegang “tiket” kerja.

​Prof Dodi juga sadar diri. Banyak mahasiswanya yang kondisi ekonominya pas-pasan. Padahal biaya uji kompetensi itu mahal. Bisa Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta.

Baca Juga:  Gandeng Pemkab Kapuas Hulu, UNITRI Malang Siap Cetak SDM Unggul Lewat Tri Dharma​

​Dia tidak tinggal diam. Dia keliling. Lobi sana, lobi sini. Ke dinas, ke kementerian. Targetnya satu: cari kuota gratis. Agar mahasiswa yang kurang mampu tetap bisa punya kualifikasi tinggi tanpa harus pusing biaya.

​Hasilnya? Nyata. Alumni UNITRI banyak yang langsung terserap. Terutama di Kalimantan Barat. Banyak yang sudah jadi “orang” di perusahaan nasional kurang dari setahun setelah lulus.

​Sabtu (18/4), UNITRI kembali menggelar hajatan besar. Wisuda Periode ke-51. Ada 400 orang yang dikukuhkan. Salah satu yang paling bersinar adalah Nieke Dedna.

​Nieke ini luar biasa. IPK-nya nyaris sempurna: 3,95. Dia lulusan Teknik Kimia asal Kalimantan Barat. Putri pasangan Thomas Edi Asa dan Dina ini membuktikan bahwa disiplin adalah kunci.

​Dia tidak hanya jago rumus kimia. Di kampus, dia aktif di Himatekim. Organisasi mahasiswa. Di sana dia belajar memimpin. Belajar kerja tim. Sesuatu yang tidak diajarkan di dalam lab, tapi sangat laku di dunia kerja.

​”UNITRI sudah jadi tempat nyaman buat saya berkembang,” kata Nieke.

Baca Juga:  Tim Dosen UNITRI Sukseskan Gerakan Desa Ramah Iklim di Mulyoagung Malang

​Kini, Nieke siap terbang. Dia ingin segera masuk ke dunia profesional, lalu lanjut sekolah lagi. Dia adalah potret lulusan UNITRI masa kini: pintar di kelas, tangguh di organisasi, dan punya bekal kompetensi yang pasti.

​Bagi UNITRI, wisuda bukan sekadar seremoni. Ini adalah pembuktian bahwa kampus ini tetap bisa mencetak petarung di kancah nasional. (*)

Berita Terkini

Cetak Sejarah Dunia!; Peringati 17 Agustus, Kota Batu Gelar Kolaborasi Olahraga Biliar dan Domino

IDEA JATIM, BATU – Sebuah terobosan bersejarah yang baru...

Karnaval Gebyar PAUD 2026; Cara Isi HUT ke-81 RI Lembaga PAUD se-Kota Batu

IDEA JATIM, BATU - Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu,...

SMA Walisongo Gempol Semarakkan Hari Pramuka ke-65

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – SMA Walisongo Gempol menggelar peringatan Hari...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img