IDEAJATIM, KOTA PASURUAN – Optimisme Presiden Prabowo Subianto terhadap pertumbuhan ekonomi nasional mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Pasuruan, H. Mochamad Toyib.
H. Toyib menilai target pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden harus menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi daerah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak cukup hanya terlihat dari angka nasional, tetapi harus benar-benar dirasakan masyarakat hingga tingkat daerah.Hal itu disampaikan Toyib setelah mengikuti video pidato Presiden Prabowo bersama jajaran DPRD Kota Pasuruan, Pemkot Pasuruan dan element pemerintah lainnya di Gedung DPRD Kota Pasuruan, Jumat, (14/8/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan optimisme ekonomi Indonesia dapat tumbuh pada kisaran 5,8 hingga 6,5 persen pada 2027, dengan target menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029. Pemerintah juga menargetkan pertumbuhan tersebut diikuti penurunan kemiskinan dan pengangguran serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
H. Toyib menyebut target tersebut menjadi kabar positif. Namun, ia menilai tantangan berikutnya adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi nasional dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Kalau pertumbuhan ekonomi naik, harapannya masyarakat juga merasakan. Jangan hanya angkanya yang tumbuh, tetapi daya beli, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat juga harus meningkat,” ujar H. Toyib.
Menurutnya, daerah memiliki peran penting dalam mendukung target tersebut. Pemerintah daerah bersama DPRD perlu memastikan program pembangunan dan penganggaran diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.
H. Toyib juga menyoroti pentingnya keberpihakan terhadap pelaku usaha kecil, UMKM dan sektor ekonomi yang menjadi penggerak masyarakat.
“Ekonomi daerah harus ikut bergerak. UMKM harus tumbuh, lapangan pekerjaan bertambah dan masyarakat mempunyai penghasilan yang lebih baik,” katanya.
Ia juga menilai arah kebijakan fiskal pemerintah pusat harus mampu menciptakan efek berantai hingga daerah. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi nasional tidak berhenti sebagai indikator makro, tetapi menjadi perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.
Baginya, momentum pidato Presiden juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat.
“Kita tentu optimistis. Tetapi optimisme itu harus dibarengi kerja nyata. Pemerintah daerah harus menangkap peluang dari kebijakan pusat dan menerjemahkannya menjadi program yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
H. Toyib berharap pertumbuhan ekonomi ke depan semakin inklusif. Bukan hanya meningkatkan angka Produk Domestik Bruto, tetapi juga mempersempit kesenjangan, membuka lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Dengan demikian, semangat pertumbuhan ekonomi yang disampaikan Presiden Prabowo dapat benar-benar dirasakan hingga masyarakat Kota Pasuruan. (*)



