IDEA JATIM, MALANG — Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang resmi menggelar puncak peringatan Dies Natalis ke-25 di GOR Unitri pada Minggu (2/8/2026). Perayaan usia seperempat abad ini menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen kampus dalam mencetak lulusan berdaya saing global tanpa melepaskan akar nilai-nilai kerakyatan dan pengabdian masyarakat.
Ketua Panitia Dies Natalis ke-25 UNITRI, Abd Rohman, S.Sos., M.AP, menyampaikan bahwa tema yang diusung tahun ini merangkum secara utuh perjalanan panjang dan arah filosofis institusi.
”Dies Natalis ke-25 mengusung tema ’25 Tahun Mengukir Jejak: UNITRI Unggul, Berorientasi Global, dan Kerakyatan’. Tema ini menjadi refleksi perjalanan seperempat abad UNITRI dalam membangun pendidikan tinggi yang berkualitas, menghasilkan lulusan berdaya saing global, namun tetap berpijak pada nilai kerakyatan dan kebermanfaatan bagi masyarakat,” ujar Abd Rohman.
Sebelum mencapai puncak acara, panitia telah menggelar serangkaian kegiatan maraton sejak Juli 2026. Rangkaian tersebut meliputi Sayembara Kampung Hijau di Kelurahan Tlogomas dan Desa Landungsari, Lomba Maskot, Turnamen Bola Voli, aksi Bakti Sehat Terpadu bersama PMI Kota Malang, hingga Turnamen Badminton tingkat SMA/SMK dan umum.
Selain itu, kemeriahan dipacu lewat Fun Run 3,5 KM bersama komunitas Ran Malang Ran, serta Fun Walk 2 KM yang disesaki sekitar 1.000 warga lokal. Sektor alumni juga menancapkan peran penting lewat Musyawarah Nasional (Munas) dan Reuni Akbar IKA Buana yang dihadiri 200 alumni secara luring maupun daring.
Acara puncak ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan strategis, mulai dari Dewan Pendiri, Dewan Pengurus Yayasan Bina Patria Nusantara, perwakilan 18 perguruan tinggi se-Jawa Timur, jajaran Pemkot Malang, Pemkot Batu, Pemkab Malang, hingga mitra dari rumah sakit dan perbankan.
Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D, memaparkan capaian kampus yang kini telah mengantongi akreditasi Unggul untuk 4 Program Studi (Prodi) dari total 19 prodi yang ada. Meski demikian, ia menekankan pentingnya fleksibilitas di tengah bergesernya paradigma akreditasi ke arah Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM).
”Jangan lengah dengan capaian ini. Kita harus mempertahankan dan all out untuk selalu berinovasi agar apa yang kita janjikan kepada mahasiswa melalui akreditasi tersebut benar-benar mereka dapatkan,” tegas Prof. Dodi.
Ia menambahkan, penguatan mutu kini menyasar program Pascasarjana serta internalisasi budaya kerja I-PROGRES (Integritas, Pelayanan Prima, Profesionalisme, Gotong Royong, dan Respiritualitas). Selain itu, penataan ulang tata kelola (governance) kampus terus dipacu mengingat Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sangat bertumpu pada kepercayaan publik.
”PTS itu sangat rentan karena hidup dari kepercayaan mahasiswa. Jika kita tidak bisa merekrut dan merawatnya dengan baik, PTS tinggal menunggu waktu. Karena itu, perbaikan tata kelola dan budaya kerja keras ini adalah demi masa depan kita bersama,” tandasnya.
Dukungan penuh turut disuarakan oleh Yayasan Bina Patria Nusantara. Ketua Dewan Pembina Yayasan, Prof. Devanto Shasta Pratomo, SE., M.Si., Ph.D, menegaskan bahwa indikator keberhasilan institusi terletak pada kontribusi riilnya.
”Usia 25 tahun bukanlah perjalanan yang pendek. Namun, keberhasilan perguruan tinggi sejati diukur dari kontribusi nyatanya untuk negeri,” tegas Prof. Devanto.
Melalui sinergi solid antara yayasan, rektorat, alumni, dan masyarakat, UNITRI optimis melangkah memasuki era baru pendidikan tinggi yang unggul dan inklusif. Peringatan diakhiri dengan doa bersama untuk keberkahan perjalanan kampus ke depan. (*)



