IDEA JATIM, MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang resmi menyambut ribuan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 melalui gelaran Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru yang berlangsung khidmat di GOR UNITRI, Jumat (28/8/2026). Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dirancang sebagai seremoni pengukuhan sekaligus momentum penting untuk memperkenalkan nilai-nilai akademis dan budaya kampus. Suasana penuh semangat terlihat dari antusiasme para mahasiswa baru yang siap memulai perjalanan studi mereka.
Upacara ini menandai langkah awal para mahasiswa baru untuk menjadi bagian dari keluarga besar UNITRI Malang, sekaligus membuka rangkaian kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi generasi muda penyokong masa depan bangsa.
Rektor UNITRI Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., menekankan pentingnya sikap adaptif dan penguasaan teknologi bagi mahasiswa baru dalam menghadapi tantangan masa depan yang kian kompleks. Dalam keterangannya, Prof. Dodi menyampaikan bahwa pembekalan ilmu di bangku kuliah saja tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, mahasiswa harus tanggap terhadap perkembangan teknologi agar mampu merespons setiap perubahan. “Tantangan yang akan dihadapi dalam waktu dekat sampai mereka lulus itu akan lebih kompleks. Saya rasa tidak cukup hanya berbekal pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan, jadi harus sangat adaptif dengan modal pengetahuan penggunaan teknologi informasi yang tepat,” tutur Prof. Dodi.
Ia juga menambahkan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini menuntut peran aktif mahasiswa dalam membawa perubahan nyata sejak dini. “Menjadi mahasiswa saat ini tidak bisa diam saja, karena beban dari kementerian harus mulai memberikan dampak nyata ke masyarakat. Di UNITRI sendiri kami mencoba merancang program-program yang bisa membekali lebih awal agar mereka secara nyata berdampak kepada masyarakat mulai dini,” ungkapnya.
Untuk mendukung hal tersebut, UNITRI turut menanamkan nilai budaya I-PROGRES yang mencakup Integritas, Pelayanan, Profesionalisme, Gotong Royong, dan Re-Spiritualitas.
Pada penerimaan tahun ini, pendaftar Unitri telah menembus angka lebih dari 1.000 calon mahasiswa, di mana mayoritas berasal dari wilayah Indonesia Timur. Namun, Prof. Dodi mengungkapkan adanya kendala bagi ratusan mahasiswa baru asal Nusa Tenggara Timur yang terdampak bencana. “Saya dapat informasi masih ada sekitar 150 lebih mahasiswa baru kita yang masih tertahan di NTT, utamanya di daerah-daerah yang terdampak gempa, belum bisa berangkat ke sini. Kita mencoba untuk lebih responsif memberikan fleksibilitas agar mereka tetap bisa sekolah, entah itu seperti hybrid di awal,” jelasnya.
Selain menjangkau mahasiswa domestik, UNITRI juga terus memperluas jejaring pendidikan internasional, khususnya bagi mahasiswa dari negara yang sedang mengalami krisis serta kawasan tetangga. “Kita punya mahasiswa dari luar negeri, ini tahun kedua kita, yang rata-rata dari negara-negara yang sedang menghadapi krisis seperti di Sudan. Untuk S2 sendiri saya sedang coba lebih agresif ke kawasan ASEAN,” kata Prof. Dodi.
Guna memastikan seluruh mahasiswa perantau dapat menjalani studi dengan aman dan nyaman di Kota Malang, pihak rektorat aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah asal mahasiswa. “Kita harus menggandeng dari pemerintah daerah. Ini bagian dari kami untuk memberikan kesejukan lah. Mereka di sini merantau, berangkat ke wilayah orang lain, berbaurlah dengan damai,” pungkasnya. (*)




