IDEA JATIM, MALANG — Menutup masa pengabdian dengan karya nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Negosiasi/Kerja Nyata (KKN) Kelompok 115 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meresmikan tiga program unggulan di Desa Bandungrejo, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Peresmian yang dipusatkan di Balai Desa ini mencakup Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Peta Desa berbasis spasial, serta Website Resmi Desa Bandungrejo.
Ketiganya merupakan buah dari tema besar yang diusungOptimalisasi Pengelolaan Lingkungan dan Digitalisasi Sumber Daya Manusia dalam Mendukung Keberlanjutan Desa Wisata Pantai Bandungrejo. Kehadiran tiga infrastruktur strategis ini dirancang khusus untuk menjadi fondasi jangka panjang bagi warga dalam mengelola potensi lokal, memperkuat layanan publik, serta mendorong kemandirian kesehatan dan ekonomi di era digital.
Solusi Ganda: Ketahanan Pangan dan Kesehatan dari Pekarangan
Sektor kesehatan dan ketahanan pangan rumah tangga menjadi salah satu fokus utama melalui program Revitalisasi Taman TOGA dan Penanaman Sayuran. Berkolaborasi erat dengan Ibu-Ibu PKK Desa Bandungrejo, mahasiswa mengawali program ini dengan edukasi pemanfaatan tanaman obat, dilanjutkan dengan pembagian bibit dan penanaman langsung di lahan desa.
Warga kini didorong memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman herbal seperti jahe, kunyit, dan kencur, serta sayuran konsumsi harian seperti bayam dan kangkung.
“Program ini kami rancang agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayur dan obat tradisional secara mandiri, sekaligus mempererat sinergi antara mahasiswa, PKK, dan perangkat desa,” ujar Koordinator Desa KKN 115, Naufal Salman Alfarisyi.
Peta Desa dan Website: Fondasi Perencanaan hingga Gerbang Digital
Untuk memperkuat tata kelola wilayah dan pariwisata, mahasiswa KKN 115 menghadirkan dua luaran berbasis data dan teknologi:
Peta Desa Bandungrejo: Bukan sekadar ilustrasi wilayah, peta ini menyajikan data spasial akurat mencakup batas administrasi, sebaran fasilitas umum, infrastruktur jalan, hingga titik lokasi UMKM. Dokumen ini diserahkan langsung agar menjadi acuan strategis bagi pemerintah desa dalam merencanakan pembangunan yang tepat sasaran.
Website Resmi Desa Bandungrejo: Berfungsi sebagai gerbang informasi dan promosi digital. Website ini memuat profil lengkap desa, daya tarik wisata Pantai Bandungrejo, hingga katalog produk lokal. Tidak hanya itu, mahasiswa juga mendampingi langsung para pelaku UMKM lokal melakukan pendaftaran di Google Maps serta pembuatan QRIS untuk memperluas akses pasar dan transaksi digital.
Apresiasi Hangat dari Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat
Dedikasi sebulan penuh yang diberikan oleh mahasiswa UMM meninggalkan kesan mendalam bagi aparatur dan warga setempat. Ahmad Mahmud Rifai, perwakilan perangkat Desa Bandungrejo, memuji etos kerja dan kerendahan hati para mahasiswa yang melebur tanpa batasan dengan masyarakat.
“Kehadiran kalian bukan hanya sekadar tamu, tetapi setara dengan mitra kerja yang berdiskusi, saling melengkapi, dan bahu-membahu dari pagi hingga larut malam. Kalian berbaur dengan hangat bersama anak-anak TPQ, tokoh masyarakat, tanpa ada batasan,” ungkap Ahmad. Ia juga berpesan agar para mahasiswa terus membawa semangat pengabdian dan kerendahan hati di manapun mereka berada.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bantur, Bapak Dakeli, turut menyampaikan rasa bangganya. Menurutnya, kelompok 115 tidak hanya sukses merampungkan program kerja utama, tetapi juga aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian rutin warga dan membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an (Iqro) di TPQ setempat.
Warisan Nyata untuk Masa Depan Bandungrejo
Rangkaian pengabdian ini ditutup dengan rasa syukur yang mendalam dari sang Koordinator Desa, Naufal Salman Alfarisyi. Kehadiran Taman TOGA, peta digital, hingga website desa membuktikan bahwa kolaborasi antara akademisi dan masyarakat pedesaan mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan.
Dengan tuntasnya program ini, Desa Bandungrejo kini siap melangkah lebih mandiri, sehat, dan adaptif menghadapi era digital pariwisata masa kini. (*)





