Aksi Nyata UNITRI dan Kampus Malaysia Sulap Wajah Dua Desa di Kabupaten Malang

Ideajatim.id, Malang – Tikungan tajam dengan jarak pandang terbatas yang selama ini membayangi keselamatan warga Desa Kalisodo dan Desa Jedong, Kabupaten Malang, kini jauh lebih aman dilalui. Tak hanya itu, lanskap kedua desa tersebut kini mulai menghijau berkat aksi nyata kolaborasi lintas negara yang dikemas melalui program International Community Service pada Kamis (3/7).

​Perubahan positif ini diinisiasi oleh Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang bersama Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah (PSA) Malaysia. Tidak bergerak sendiri, kedua kampus lintas negara tersebut juga menggandeng dua korporasi besar, yakni Perum Jasa Tirta I dan Petrokimia Gresik. Sinergi ini menghadirkan solusi konkret mulai dari pemasangan fasilitas keselamatan jalan, budidaya lele, hingga aksi konservasi alam guna membangun desa binaan yang aman, hijau, dan berkelanjutan.

Wakil Rektor III UNITRI, Warter Agustim, S.E., M.M., menegaskan bahwa agenda internasional ini adalah wujud nyata komitmen kampus dalam memperluas kebermanfaatan perguruan tinggi langsung ke tengah masyarakat. Desa Kalisodo dan Desa Jedong sendiri sudah lama menjadi mitra strategis UNITRI sehingga program yang dibawa selalu disesuaikan dengan kebutuhan riil warga setempat.

Baca Juga:  Terampil Teknologi AI Lulusan UNITRI Siap Hadapi Tantangan Global

​”Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian kami terhadap desa binaan. Selain berkolaborasi dengan Politeknik Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah Malaysia, kami juga menggandeng Perum Jasa Tirta I dan Petrokimia Gresik untuk bersama-sama membangun desa binaan,” ujar Warter Agustim saat menjelaskan esensi kolaborasi tersebut. Ia juga menambahkan bahwa pembangunan masyarakat akan berjalan jauh lebih optimal apabila melibatkan unsur perguruan tinggi, dunia usaha, dan institusi internasional secara terintegrasi.

​Peningkatan fasilitas keselamatan jalan di kedua desa tidak dilakukan sembarangan. Sebelum eksekusi, tim pengabdian telah melakukan riset, survei lapangan, inventarisasi lokasi, hingga pengukuran geometrik jalan selama kurang lebih satu bulan untuk memetakan titik krusial yang mendesak untuk ditangani.

​Ketua Tim Pengabdian Masyarakat International Community Service UNITRI, Galih Damar Pandulu, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa data di lapangan menunjukkan beberapa titik memang membutuhkan intervensi teknik lalu lintas demi menekan angka kecelakaan.

​”Hasil identifikasi menunjukkan beberapa titik membutuhkan penanganan teknik lalu lintas. Karena itu kami memasang tiga cermin tikungan dan tujuh rambu lalu lintas sebagai panduan bagi pengguna jalan,” jelas Galih Damar Pandulu.

Baca Juga:  UNITRI dan Jurus Kartu ATM

Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan, terutama pada ruas jalan desa yang memiliki tikungan tajam dengan jarak pandang terbatas.

​Selain mengamankan jalanan, program ini juga menyasar sektor lingkungan dengan menanam 100 bibit pohon produktif dan pelindung seperti matoa, kelengkeng, tabebuya, palem, durian, dan jambu. Galih menegaskan bahwa aksi hijau ini sengaja melibatkan warga setempat agar memiliki dampak edukasi yang panjang bagi lingkungan.

​”Kami tidak hanya melakukan penanaman pohon, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi dan keberlanjutan lingkungan,” tambah Galih.

​Suasana di lapangan terasa sangat dinamis berkat keterlibatan aktif mahasiswa UNITRI dan PSA Malaysia. Mereka bahu-membahu memasang rambu, menanam pohon, sekaligus mengampanyekan prinsip reduce dan recycle kepada warga. Bagi para mahasiswa, momen ini menjadi wadah untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku perkuliahan ke realitas masyarakat sekaligus menjadi ruang adaptasi budaya lintas negara.

​Apresiasi besar juga datang dari pihak Malaysia. Ketua Program Civil Engineering PSA Malaysia, Hazruwani Binti A. Halim, menilai program kolaboratif ini merupakan langkah awal yang sangat positif bagi hubungan akademik kedua institusi sekaligus memberikan pengalaman emosional yang berharga bagi mahasiswa.

Baca Juga:  FIKES UNITRI Cetak Perawat Andal Di Pelayanan Kesehatan Primer

​”Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sehingga ilmu teknik sipil yang dipelajari di kelas dapat diterapkan untuk membantu masyarakat,” ungkap Hazruwani Binti A. Halim. Ia juga memuji komitmen UNITRI yang sukses mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam proses pengabdian, yang menurutnya menjadi pelengkap penting bagi pembelajaran teori di ruang kelas. (*)

Berita Terkini

Melepas 261 Anak di Al Qalam, MAN 2 Kota Malang

Ideajatim.id, Malang - Ahad lalu, Aula MAN 2 Kota...

Sambut Ratusan Santri Baru, Ma’had Al Qalam MAN 2 Kota Malang Tekankan Sinergi dan Pembentukan Karakter Qurani

Ideajatim.id, Malang - Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti...

Kursi Kadisdik Butuh Sosok Progresif

Pasca dilantiknya Sekretaris Daerah Kota Batu, jabatan Kepala Dinas...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img