IDEAJATIM.ID, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 07 Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang mendampingi pelaku UMKM di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.
Pendampingan ini dilakukan untuk membantu pelaku usaha memperkuat identitas dan pemasaran di tengah perkembangan teknologi digital.
Pendampingan diawali dengan wawancara kepada sejumlah pelaku UMKM pada 10 Agustus 2026. Mahasiswa menggali potensi usaha sekaligus kendala yang dihadapi, mulai dari pembayaran digital, promosi, hingga akses menuju lokasi usaha.
Salah satu UMKM yang didampingi adalah Warung Sumber Pakis Suceng milik Solikin. Warung yang berada di kawasan wisata kolam renang Sumber Pakis Suceng ini sebelumnya sempat berhenti beroperasi selama sekitar empat tahun.

Solikin menyambut baik tawaran mahasiswa untuk membantu membuat QRIS, banner, dan logo usaha.
“Memang kita harus mengikuti zaman,” ujar Solikin.
Berbeda dengan Solikin, Nanik, pemilik Keripik Bangkiak, masih memilih transaksi tunai. Usahanya mampu memproduksi sekitar 9-10 kilogram keripik per hari dengan harga Rp9.000 per kemasan 250 gram.
Nanik mengaku khawatir jika promosi digital membuat pesanan meningkat, sementara tenaga yang tersedia terbatas.
Sementara itu, Keripik Singkong MHI milik Husnul dan Kholis memiliki kendala lain. Lokasi produksinya berada di dalam gang sehingga pembeli dan kurir terkadang kesulitan menemukan lokasi.
Mahasiswa KKN menawarkan pembuatan banner petunjuk arah agar lokasi produksi lebih mudah ditemukan.
Pendampingan juga diberikan kepada Warung Rujak Mak Ning yang berdiri sejak 2016. Mahasiswa menawarkan pembuatan banner baru, pemetaan lokasi melalui Google Maps, serta promosi melalui media sosial. Tawaran tersebut mendapat sambutan positif.
Hal serupa dilakukan kepada Riani, pemilik usaha olahan kolang-kaling yang telah berjalan sejak 2011. Riani masih menggunakan pembayaran tunai karena belum memahami sistem QRIS. Namun, ia terbuka terhadap pembuatan banner dan penandaan lokasi usaha di Google Maps.
Mahasiswa KKN-T 07 UNIRA Malang menilai digitalisasi UMKM tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama. Pendampingan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pelaku usaha.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa berharap UMKM Desa Langlang semakin dikenal, mudah ditemukan, dan mampu berkembang tanpa meninggalkan karakter serta potensi lokal. (*)




