MALANG, ideajatim.id – Kolaborasi pengabdian kepada masyarakat dimulai. Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang bersama Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) ASIA Malang resmi menyerahkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Kelompok 07 kepada Pemerintah Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (21/7).
Penyerahan yang berlangsung di Balai Desa Langlang tersebut menjadi awal pelaksanaan KKN-T kolaboratif yang mengusung semangat sinergi antarkampus dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Hadir dalam kegiatan itu Dosen Pembimbing Lapangan UNIRA Malang Ika Rinawati, S.E., M.E., Ketua Program Studi ITB ASIA Malang Faldi Hendrawan, S.Pd., M.A., Dosen Pendamping ITB ASIA Malang Yogi Widya Sajawarsa, S.Sn., M.Sn., Kepala Desa Langlang Yulianto, Sekretaris Desa Sandi Irawan, S.A.P., jajaran perangkat desa, serta mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.
Dosen Pembimbing Lapangan UNIRA Malang, Ika Rinawati, mengatakan KKN-T merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi kesempatan mahasiswa mengaplikasikan ilmu, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menghadirkan program yang benar-benar dibutuhkan desa. Kami berharap mahasiswa mampu berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat sehingga keberadaan mereka memberikan dampak positif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi ITB ASIA Malang, Faldi Hendrawan, menilai kolaborasi antara UNIRA Malang dan ITB ASIA menjadi langkah strategis dalam menghadirkan program pengabdian yang lebih komprehensif.
Menurutnya, perpaduan kompetensi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu akan menghasilkan inovasi yang lebih beragam untuk mendukung pengembangan potensi Desa Langlang.
“Kolaborasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami berharap program yang dijalankan tidak hanya selesai saat KKN berakhir, tetapi dapat menjadi awal lahirnya inovasi yang berkelanjutan di desa,” katanya.
Hal senada disampaikan Dosen Pendamping ITB ASIA Malang, Yogi Widya Sajawarsa. Ia berharap mahasiswa mampu beradaptasi dengan lingkungan, menghargai budaya masyarakat, serta menyusun program kerja yang realistis dan berdampak.
“KKN menjadi ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga belajar memahami kebutuhan masyarakat sehingga solusi yang diberikan tepat sasaran,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Langlang, Yulianto, menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN kolaboratif dari dua perguruan tinggi tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa dan mahasiswa akan memperkuat berbagai program pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa dapat berbaur dengan warga, menggali potensi desa, serta menghadirkan inovasi yang bermanfaat. Pemerintah Desa Langlang siap mendukung seluruh kegiatan selama pelaksanaan KKN berlangsung,” tuturnya.
Selama masa pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di desa sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Desa Langlang. (*)




