Dari Gamelan hingga Tari, KKN-T UNIRA Kolaborasi dengan Warga Toyomarto

Ideajatim.id, Malang — Sebanyak 19 mahasiswa KKN-T Kelompok 08 Universitas Islam Raden Rahmat ‎‎(UNIRA) Malang mengikuti latihan karawitan bersama warga di Joglo Pentungan Sari, Desa ‎Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (4/8/2026) malam. Kegiatan ‎yang berlangsung pukul 19.30 hingga 21.00 WIB tersebut menjadi kesempatan bagi ‎mahasiswa untuk mengenal sekaligus terlibat langsung dalam kesenian tradisional yang masih ‎dilestarikan masyarakat setempat.‎

Dalam latihan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mencoba ‎memainkan alat musik gamelan. Salah satu instrumen yang dipelajari mahasiswa adalah ‎bonang . Dengan mengikuti permainan warga yang telah terbiasa memainkan gamelan, ‎mahasiswa belajar mengenali pola tabuhan serta mencoba memainkan bagian sederhana dari ‎sebuah gending.‎

Latihan karawitan dilakukan secara langsung bersama warga Pentungan Sari yang telah ‎terampil memainkan gamelan dan seni sinden. Tidak terdapat pelatih khusus dalam kegiatan ‎tersebut. Mahasiswa belajar dengan mengikuti arahan serta permainan warga yang telah ‎memiliki pengalaman dalam kesenian karawitan.‎

Selain ikut memainkan gamelan, beberapa mahasiswa KKN-T 08 juga diajak untuk mengambil ‎bagian dalam persiapan penampilan seni lainnya. Mahasiswa turut dilibatkan sebagai dirigen ‎dan penari , sehingga keterlibatan KKN-T 08 dalam kegiatan tersebut tidak hanya terbatas ‎pada permainan musik tradisional, tetapi juga mendukung rangkaian pertunjukan yang akan ‎ditampilkan bersama masyarakat.‎

Baca Juga:  Sambut HUT RI, Mahasiswa KKN-T 08 UNIRA dan Warga Kompak Ubah Wajah ‎Bodean Putuk

Kegiatan latihan tersebut merupakan bagian dari persiapan penampilan yang akan dilaksanakan ‎pada 16 Agustus 2026 dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik ‎Indonesia . Mahasiswa KKN-T 08 bersama masyarakat Pentungan Sari mempersiapkan ‎berbagai unsur pertunjukan agar dapat tampil bersama dalam perayaan tersebut.‎

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kesenian ini juga menjadi ruang interaksi antara ‎mahasiswa dan masyarakat. Melalui proses latihan bersama, mahasiswa tidak hanya ‎memperoleh pengalaman baru dalam memainkan alat musik tradisional, tetapi juga dapat ‎belajar secara langsung mengenai kesenian lokal dari masyarakat yang selama ini menjaganya.‎

Salah satu anggota KKN-T 08, Rifa , mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan ‎pengalaman baru bagi mahasiswa dalam mengenal kesenian tradisional yang masih dilestarikan ‎di lingkungan masyarakat Toyomarto.‎
‎“Kegiatan ini menjadi pengalaman baru bagi kami karena bisa mengenal langsung kesenian ‎tradisional yang masih dilestarikan masyarakat Toyomarto,” ujar Rifa.‎

NKegiatan latihan karawitan di Joglo Pentungan Sari menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara ‎mahasiswa KKN-T 08 UNIRA dan masyarakat. Tidak sekadar mempersiapkan penampilan ‎untuk perayaan kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk ‎berbaur dengan masyarakat sekaligus turut mengambil bagian dalam menjaga keber langsungan ‎kesenian tradisional di Desa Toyomarto.‎

Baca Juga:  KKN-T 07 UNIRA Malang Ciptakan Sarana Kebersihan Berbasis Daur Ulang sebagai Media Edukasi Lingkungan

Melalui keterlibatan dalam gamelan, seni tari, hingga menjadi dirigen, mahasiswa KKN-T 08 ‎diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memeriahkan perayaan HUT ke-81 ‎Kemerdekaan RI sekaligus memperoleh pengalaman budaya yang dapat menjadi bagian dari ‎perjalanan pengabdian mereka di Desa Toyomarto.‎ (*)

Berita Terkini

Bikin Sains Enggak Lagi Membosankan!, Mendikdasmen Tinjau Proyek Giga MMSC JTP Group di Batu

IDEA JATIM, BATU — Siapa bilang belajar sains cuma...

Juara 3 MLBB Esports Kapolri Cup 2026, Modal Atlet Kota Batu Tatap Kejurprov dan Porprov

IDEA JATIM, BATU – Prestasi membanggakan kembali diukir oleh...

Raungan Mesin dan Misi Kebaikan, Ratusan Rider Padati Narilek 2026 di Bulukerto

IDEA JATIM, BATU — Gemuruh suara mesin motor trail...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img