Pangkas Biaya BBM, Tim Dosen UM Terapkan Pompa Celup Tenaga Surya untuk Petani di Kediri

IDEA JATIM, ​KEDIRI – Ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan listrik PLN kerap menjadi beban berat bagi petani padi, terutama saat musim kemarau melanda. Menjawab tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan inovasi submersible pump (pompa celup) berbasis solar cell bagi Kelompok Tani Bringin Sahaja Tani di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri.

​Sistem irigasi bertenaga surya ini memanfaatkan empat unit panel surya berkapasitas total 1.500 Wp untuk mengoperasikan pompa submersible 2 HP. Dipasang pada kedalaman 12 meter, instalasi ini mampu menghasilkan debit air hingga 14,5 m³ per jam dan menjangkau pengairan lahan seluas 0,8 hingga 1,0 hektare.

​Ketua Tim Pelaksana Pengabdian UM, Prof. Dr. Marji, M.Kes., menjelaskan bahwa inovasi ini dirancang untuk menyelesaikan masalah pasokan air yang kerap memicu cekaman air pada tanaman padi saat kemarau.
​”Selama ini petani terbebankan biaya operasional pengairan yang tinggi karena bergantung pada BBM dan listrik konvensional. Dengan mengalihkan sumber energi ke sinar matahari, kami ingin menghadirkan solusi irigasi yang lebih ramah lingkungan, efisien secara biaya, sekaligus menjaga kontinuitas pengairan tanaman,” ujar Prof. Marji.

Baca Juga:  Inovasi TTG UM: Dorong UMKM Desa Wonosari Naik Kelas Lewat Alat Pemotong Keripik Modern
UM
Pangkas Biaya BBM, Tim Dosen UM Terapkan Pompa Celup Tenaga Surya untuk Petani di Kediri 1

​Prof. Marji menambahkan, program ini tidak sekadar memberikan bantuan fisik, tetapi juga memprioritaskan keberlanjutan pemanfaatan teknologi melalui pendekatan partisipatif.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak Mei 2026 ini berlanjut pada penyerahan alat dan pelatihan pengoperasian pada 11 Agustus 2026, hingga pendampingan manajemen perawatan.

​”Kami ingin kelompok tani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga mampu mengoperasikan, merawat, dan mengelola teknologi ini secara mandiri sebagai aset produktif bersama. Keberlanjutan program menjadi kunci agar dampaknya benar-benar terasa dalam jangka panjang,” tegasnya.

​Selain Prof. Marji, tim akademisi UM ini beranggotakan Prof. Dr. Tuwoso, M.P. dan Dr. Widiyanti, M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa, Muhammad Idris Effendi dan Irsyad Andhika Ariadi. Program ini didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2026.

​Langkah inovatif ini juga menjadi wujud nyata kontribusi UM dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).

Baca Juga:  Kolaborasi Riset UM, UNP dan UT ; Perkuat Inovasi Pembelajaran Digital

Sistem pengairan bertenaga surya ini diharapkan dapat memangkas biaya produksi pertanian di Kediri dan menjadi percontohan yang siap direplikasi di daerah lain. (*)

Berita Terkini

KKN-T 07 UNIRA Dampingi UMKM Desa Langlang Masuk Era Digital

IDEAJATIM.ID, MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T)...

Imigrasi Pasuruan Beri Kemudahan, Difabel, Lansia dan Anak Bisa Dilayani Tanpa Antrean Online

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img