Ideajatim.id, Malang – Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Dalam debut internasionalnya, Raffa Ahmad Ghani El Arif berhasil menyabet penghargaan Best Position Paper dalam ajang Hong Kong Baptist University Model United Nations (HKBUMUN) 2026 yang berlangsung pada 17–19 April 2026 di Hong Kong.
Penghargaan bergengsi ini diberikan khusus kepada delegasi yang mampu menyusun dokumen analisis kebijakan luar negeri terbaik. Penilaiannya didasarkan pada kualitas riset yang mendalam, ketajaman argumentasi, serta strategi diplomatik yang disusun sebelum simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut dimulai.
Meskipun tampil sebagai delegasi tunggal yang membawa nama universitas di tingkat dunia, Raffa tidak berjalan sendirian. Proses persiapan yang matang dan intensif dilaluinya berkat dukungan penuh dari para mentor di UB MUN Club serta rekan-rekan sesama pegiat Model United Nations dan mahasiswa HI UB.
Mengingat HKBUMUN 2026 merupakan kompetisi MUN pertama yang diikutinya, Raffa memfokuskan persiapannya pada penguatan riset tertulis yang komprehensif. Selain itu, ia juga melatih kemampuan diplomasi, berpikir kritis dalam merespons mosi, serta mengasah public speaking agar dapat menyampaikan argumentasi secara sistematis selama konferensi.
”Tantangan terbesar bukan hanya menyusun analisis terhadap krisis geopolitik global yang kompleks, tetapi juga beradaptasi dengan dinamika sidang internasional secara langsung bersama delegasi dari berbagai negara. Saya juga harus melawan rasa kurang percaya diri. Namun, saya berusaha tetap tenang, menguasai data riset yang telah disiapkan, serta terbuka dalam berdiplomasi selama konferensi berlangsung,” ungkap Raffa pada Senin (13/7/2026).
Di balik kesuksesan tersebut, ada cerita unik sekaligus mendebarkan yang dialami Raffa saat sesi Awarding Ceremony. Ia sempat terlambat menghadiri prosesi penghargaan akibat terkendala transportasi umum dan keterlambatan bus menuju lokasi penutupan acara.
Namun, di tengah perjalanan, telepon genggamnya tiba-tiba dipenuhi notifikasi ucapan selamat dari rekan-rekannya. Mereka mengabarkan bahwa negara yang diwakili Raffa diumumkan sebagai pemenang Best Position Paper.
“Karena ini MUN pertama saya dan langsung di luar negeri, saya benar-benar hanya ingin mencari pengalaman. Saya sama sekali tidak menyangka riset pertama saya mendapat pengakuan di tingkat internasional. Momen mengetahui kabar itu di tengah perjalanan menjadi pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan,” tuturnya haru.
Pasca-pencapaian luar biasa ini, Raffa berkomitmen untuk terus mengasah kemampuan riset dan public speaking-nya. Ia juga berencana untuk lebih aktif membagikan pengalaman serta strategi diplomasinya kepada mahasiswa lain yang tertarik terjun ke dunia MUN.
Ia pun menularkan motivasi kepada rekan-rekan sesama mahasiswa FISIP UB agar tidak ragu mengambil peluang di panggung global.
”Jangan pernah takut memulai atau keluar dari zona nyaman. Kita tidak akan pernah tahu sejauh mana potensi yang kita miliki jika tidak berani mencoba. Persiapkan riset sebaik mungkin, nikmati setiap tantangan, dan percayalah bahwa kualitas pemikiran mahasiswa FISIP Universitas Brawijaya mampu bersaing serta bersinar di tingkat internasional,” pesan Raffa.
Prestasi yang diraih Raffa menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FISIP UB memiliki daya saing global yang tinggi dan mampu unjuk gigi dalam forum-forum akademik internasional yang kompetitif. (*)



