MALANG, IDEAJATIM.ID – Semangat kolaborasi lintas generasi mewarnai pergantian kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) STIE Indonesia Malang. Mengusung tema “Beda Generasi, Satu Frekuensi”, organisasi alumni ini resmi menyerahkan estafet kepemimpinan dari Ketua IKA periode 2021–2026, Anton Kusuma, kepada Raditya Ferdiansyah yang akan memimpin periode 2026–2031.
Pergantian kepengurusan tersebut menjadi momentum memperkuat jaringan alumni yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
Serah terima jabatan yang berlangsung di Ed-Ning Hotel Malang, Minggu (12/7), dirangkai dengan penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) pengurus lama, pelantikan pengurus baru, serta silaturahmi bersama alumni dan pimpinan kampus.
Dalam sambutannya, Anton Kusuma menegaskan bahwa IKA STIE Indonesia Malang selama ini tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga ruang kolaborasi bagi para alumni untuk terus berkontribusi terhadap almamater. Selama masa kepemimpinannya, berbagai kegiatan sosial, keagamaan, reuni, hingga aktivitas kebersamaan berhasil dilaksanakan.
“Kehadiran Ikatan Alumni ini nyata dan kegiatannya jelas. Ini membuktikan bahwa perkuliahan di STIE Indonesia Malang tetap berjalan konsisten, terbuka bagi mahasiswa baru, dan setelah lulus mereka memiliki wadah untuk tetap terhubung melalui IKA,” ujar Anton.
Anton mengungkapkan, alumni STIE Indonesia Malang kini telah tersebar di berbagai daerah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua. Selain lulusan program Sarjana (S1), alumni Pascasarjana (S2) juga telah berkiprah di berbagai bidang profesi.
Menurutnya, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program-program yang lebih inovatif, meningkatkan dedikasi pengurus, serta memperkuat pendataan alumni agar seluruh lulusan STIE Indonesia Malang dapat terhubung dalam satu jaringan yang solid.
“Kami berharap kepengurusan baru dapat membawa IKA menjadi organisasi yang semakin maju, mampu merangkul seluruh alumni, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi almamater maupun masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua IKA STIE Indonesia Malang periode 2026–2031, Raditya Ferdiansyah, menyatakan siap membawa organisasi alumni menjadi lebih aktif, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Program prioritas yang akan dijalankan dalam waktu dekat adalah memperbarui database alumni dan menghubungkan kembali alumni yang selama ini belum terdata atau kehilangan kontak.
“Pendataan akan kami lakukan melalui koordinasi dengan perwakilan setiap angkatan, sehingga jaringan alumni dapat terbangun lebih kuat,” kata Raditya.
Selain pembaruan data alumni, kepengurusan baru juga telah menyiapkan berbagai program jangka panjang, seperti kegiatan sosial dan kemanusiaan, bakti kesehatan, aksi tanggap bencana, kegiatan keagamaan, pengembangan jejaring profesional alumni, hingga reuni berkala untuk mempererat silaturahmi.
“Kami berharap IKA STIE Indonesia Malang terus menjadi mitra strategis kampus dalam mendukung kemajuan STIE Indonesia Malang, sekaligus menjadi wadah yang mampu menyatukan ribuan alumni yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia,” pungkas Raditya. (*)



