SURABAYA, IDEAJATIM.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur terus berupaya menghadirkan pelayanan transportasi yang berkualitas, handal, prima, dan profesional untuk masyarakat Jawa Timur. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang cepat dan informatif. Dengan demikian transformasi digital terus didorong menjadi bagian penting pengelolaan transportasi di Jawa Timur, terutama dalam mendukung aspek keselamatan, efektivitas pelayanan, serta pengambilan kebijakan yang berbasis data.
Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut, Dishub Provinsi Jawa Timur mengembangkan beragam inovasi yang memanfaatkan teknologi digital. Lima inovasi yang saat ini menjadi bagian dari pengembangan pelayanan transportasi yaitu Traffic Counting berbasis Artificial Intelligence (AI), Digitalisasi Monitoring Aset, Rambu Suara Digital, Videotron Jalan Raya, dan PJU Videotron. Kelima inovasi ini memiliki fungsi berbeda, namun saling melengkapi dalam membangun sistem transportasi terintegrasi, informatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dari sisi pengelolaan data lalu lintas, Traffic Counting berbasis Artificial Intelligence (AI) dikembangkan untuk menjawab kebutuhan data jumlah dan jenis kendaraan yang lebih cepat dan akurat. Selama ini, penghitungan kendaraan secara manual butuh tenaga dan waktu yang tidak sedikit serta memiliki potensi kesalahan pada ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi. Melalui kamera yang ditempatkan pada titik tertentu, kendaraan yang melintas dapat direkam dan diproses menggunakan teknologi AI sehingga jumlah kendaraan dapat dihitung secara otomatis sekaligus diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, mulai dari sepeda motor, mobil penumpang, bus hingga kendaraan angkutan barang.
“Data yang dihasilkan melalui inovasi tersebut selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan analisis kondisi lalu lintas, perencanaan pembangunan, pemeliharaan jalan, maupun penerapan rekayasa lalu lintas,” terang Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur, Nyono.

Dengan ketersediaan data lebih berkelanjutan, Dishub Provinsi Jawa Timur bisa memperoleh gambaran kondisi lalu lintas yang lebih terukur sebagai salah satu dasar dalam menentukan kebijakan transportasi.
Sementara, dalam aspek pengelolaan prasarana transportasi, Dishub Provinsi Jawa Timur mengembangkan Program Digitalisasi Monitoring Aset. Sarana ini hadir untuk meningkatkan efektivitas inventarisasi dan pemantauan aset prasarana lalu lintas seperti rambu, marka, lampu lalu lintas dan perlengkapan jalan lainnya. Melalui sistem digital terintegrasi, data aset disimpan dalam database terpusat sehingga informasi mengenai kondisi, lokasi, perpindahan hingga riwayat pemeliharaan dapat terpantau dengan lebih tertib.
Setiap aset diberikan identitas digital berupa QR Code, Barcode, maupun RFID. Dengan sistem ini, petugas dapat mengidentifikasi aset lebih mudah sekaligus memperoleh informasi yang diperlukan dalam proses monitoring dan pemeliharaan. Digitalisasi ini diharap bisa mempercepat proses pendataan, mempermudah penyusunan laporan, serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset prasarana lalu lintas.
Kemudian, dari aspek keselamatan pengguna jalan, Dishub Provinsi Jawa Timur mendorong inovasi Rambu Suara Digital sebagai sistem peringatan tambahan bagi pengguna jalan. Selama ini, rambu konvensional mengandalkan informasi visual yang dalam kondisi tertentu dapat terlewatkan oleh pengguna jalan, baik karena kecepatan kendaraan, kepadatan lalu lintas, kondisi cuaca maupun kurangnya konsentrasi saat berkendara.
“Rambu Suara Digital memberi peringatan dalam bentuk suara dan teks berdasarkan lokasi yang sedang dilalui pengguna jalan. Sistem ini memanfaatkan teknologi GPS, Bluetooth, data geospasial, perangkat Android dan aplikasi mobile,” urai Nyono.
Ketika pengguna mendekati lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan berisiko, sistem memberikan informasi keselamatan seperti peringatan mengenai tikungan tajam, lokasi rawan kecelakaan, kondisi jalan tertentu hingga imbauan untuk mengurangi kecepatan. Inovasi ini juga memungkinkan pembaruan data lokasi rawan kecelakaan secara digital serta terintegrasi dengan aplikasi TransJatim Ajaib untuk memperluas penyampaian informasi kepada masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada data dan keselamatan, Dishub Provinsi Jawa Timur juga mengembangkan sarana komunikasi publik berupa Videotron Jalan Raya. Layanan ini hadir untuk menjawab kebutuhan penyampaian informasi kepada pengguna jalan secara cepat, mudah diperbarui, dan lebih menarik daripada media konvensional seperti baliho maupun spanduk yang bersifat statis. Informasi dapat ditampilkan dalam bentuk teks, gambar, animasi maupun video sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Videotron Jalan Raya ditempatkan pada sejumlah titik strategis, antara lain kawasan perbatasan provinsi, simpang utama dan kawasan perkotaan. Saat ini telah tersedia 5 titik videotron di kawasan perbatasan Provinsi Jawa Timur dan satu titik di kawasan strategis perkotaan. Keberadaan fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan kampanye keselamatan berlalu lintas, informasi kondisi jalan, rekayasa dan pengalihan arus lalu lintas, peringatan cuaca ekstrem, informasi kebencanaan, pelayanan publik hingga informasi pembangunan daerah.
Pengembangan media informasi digital ini diperkuat melalui inovasi PJU Videotron, yaitu integrasi antara fungsi Penerangan Jalan Umum dengan layar digital. Infrastruktur yang sebelumnya memiliki fungsi utama sebagai fasilitas pencahayaan dikembangkan menjadi sarana multifungsi yang juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kepada pengguna jalan.
PJU Videotron memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan terhubung dengan sistem pengendalian terpusat dari Command Center Dinas Perhubungan Jawa Timur. Dengan sistem ini, konten ditampilkan dan diperbarui lebih cepat sesuai kebutuhan informasi di lapangan. Selain untuk menyampaikan imbauan keselamatan, informasi rekayasa atau pengalihan jalan, peringatan cuaca ekstrem, serta pelayanan pemerintah, PJU Videotron juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah melalui peluang penyewaan slot iklan. Pendapatan yang dihasilkan berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendukung pembiayaan listrik dan pemeliharaan fasilitas PJU.
Kelima inovasi ini memiliki 1 tujuan yang sama, yakni membangun pengelolaan transportasi yang semakin terintegrasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Traffic Counting berbasis AI menyediakan data kendaraan, Digitalisasi Monitoring Aset membantu pengelolaan prasarana lalu lintas, Rambu Suara Digital memperkuat peringatan keselamatan, sedangkan Videotron Jalan Raya dan PJU Videotron menjadi media penyampaian informasi publik secara cepat dan dinamis.
Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Dishub Provinsi Jawa Timur terus mendorong perubahan menuju sistem yang lebih digital, terukur, dan responsif. Data lalu lintas dapat digunakan untuk mendukung perencanaan, kondisi aset dapat dipantau secara lebih teratur, sementara informasi keselamatan dan pelayanan publik dapat disampaikan kepada masyarakat sesuai kebutuhan.
Dari inovasi yang terus dikembangkan dan diimplementasikan ini, Dishub Provinsi Jawa Timur berkomitmen mewujudkan transportasi yang lebih efektif, efisien, informatif, selamat, dan berbasis teknologi digital. Transformasi ini sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap pelayanan publik yang prima serta penguatan implementasi Smart Province Jawa Timur. (Redaksi JatimKita)




