SURABAYA, IDEAJATIM.ID – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur terus mendorong transformasi digital dalam penyelenggaraan transportasi publik. Salah satunya melalui pengembangan Trans Jatim Digital Ecosystem. Sebuah ekosistem digital yang mengintegrasikan pelayanan masyarakat, pengelolaan informasi operasional, pengawasan armada dan pramudi, serta pusat pengendalian transportasi. Ekosistem ini diwujudkan melalui Transjatim-AJAIB 2.0, PTIS, SIGAP TRANSJATIM, dan Jatim Transportation Control Center (JTCC) yang saling mendukung dalam menciptakan layanan transportasi publik yang modern, aman, responsif, dan berbasis data.
Transjatim-AJAIB 2.0 merupakan kanal layanan digital yang berorientasi langsung kepada masyarakat. Aplikasi ini menyediakan berbagai fitur untuk mendukung perjalanan pengguna, seperti pembelian tiket secara online, informasi rute dan halte, posisi bus secara real-time, pencarian bus terdekat, informasi promo, artikel terkini, serta layanan pengaduan. Dengan adanya berbagai fitur tersebut, masyarakat memperoleh kemudahan dalam merencanakan dan memantau perjalanan sehingga pengalaman menggunakan Transjatim menjadi lebih praktis, informatif, aman, dan nyaman.
Selanjutnya, PTIS menjadi bagian dari sistem digital yang mendukung pengelolaan dan penyediaan informasi operasional Transjatim. Melalui sistem ini, data dan informasi yang berkaitan dengan operasional transportasi dapat dikelola secara lebih terstruktur dan terintegrasi sehingga mendukung proses monitoring, pengendalian, evaluasi, serta pengambilan keputusan. Keberadaan PTIS memperkuat pemanfaatan data sebagai dasar dalam meningkatkan efektivitas penyelenggaraan layanan Transjatim.
Pada aspek keselamatan dan pengawasan, SIGAP TRANSJATIM memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI), Driver Safety Monitoring, CCTV kendaraan, dan On Board Unit (OBU) untuk melakukan pemantauan kondisi armada serta perilaku pramudi secara real-time. Sistem ini memungkinkan potensi pelanggaran atau kondisi yang membutuhkan perhatian dapat diketahui lebih dini. Selain berfungsi sebagai instrumen pengawasan, SIGAP TRANSJATIM juga mendukung pembinaan pramudi dan penerapan budaya safety first dalam setiap perjalanan.
Seluruh sistem tersebut diperkuat melalui Jatim Transportation Control Center (JTCC) sebagai pusat pengendalian operasional. JTCC berperan dalam menerima, mengolah, dan memantau berbagai informasi yang berasal dari sistem digital Transjatim sehingga kondisi operasional dapat dipantau secara lebih menyeluruh. Data yang tersedia dapat digunakan sebagai bahan monitoring, evaluasi, pembinaan, serta peningkatan kualitas pelayanan dan keselamatan transportasi publik.
“Integrasi ini membentuk ekosistem digital yang menghubungkan masyarakat, armada, pramudi, data operasional, dan pusat pengendalian. Dengan integrasi tersebut, transformasi digital Transjatim tidak hanya berfokus pada kemudahan pengguna, tetapi juga mencakup penguatan pengawasan, pengelolaan data, keselamatan, dan pengambilan keputusan berbasis informasi,” kata Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono.
Melalui Transjatim Digital Ecosystem, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur berkomitmen menghadirkan transportasi publik yang mudah diakses, informatif, aman, responsif, terintegrasi, dan berbasis teknologi. Pengembangan ekosistem ini diharapkan terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat keandalan dan keselamatan operasional Transjatim dalam memberikan layanan transportasi publik kepada masyarakat Jawa Timur. (Redaksi JatimKita)





