SURABAYA, IDEAJATIM.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berinovasi dalam pengembangan layanan Trans Jatim. Pengembangan ini bertujuan agar Trans Jatim tidak hanya berperan sebagai moda transportasi publik, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan ini diwujudkan melalui Kartu Pelanggan Trans Jatim (KPT) sebagai bagian dari kemudahan layanan penumpang dan TRADISI (Trans Jatim Ekspedisi) sebagai inovasi layanan pengiriman barang dengan memanfaatkan jaringan operasional Trans Jatim.
Kartu Pelanggan Trans Jatim (KPT) dirancang sebagai identitas pelanggan sekaligus alat pembayaran non tunai bagi pengguna Bus Trans Jatim. Kehadiran KPT memberikan kemudahan dalam proses pembayaran, mempercepat pelayanan saat naik bus, serta mengurangi penggunaan uang tunai. Kartu ini juga menjadi syarat bagi kelompok tertentu, seperti pelajar, santri, dan mahasiswa, untuk memperoleh tarif khusus sesuai ketentuan yang berlaku. Selain itu, pemegang KPT memperoleh kemudahan berupa bebas biaya administrasi saat top-up saldo serta berkesempatan mendapatkan diskon pembelian produk pada merchant yang bekerja sama dengan Trans Jatim.
Layanan KPT semakin diperkuat dengan ekosistem digital melalui aplikasi TRANSJATIM–AJAIB yang menyediakan informasi rute, pelacakan posisi bus secara real-time, pembelian tiket, hingga pengecekan saldo kartu uang elektronik. Integrasi tersebut memberikan pengalaman perjalanan yang lebih praktis sekaligus mendukung pengembangan transportasi publik yang modern dan berbasis teknologi.
Di sisi lain, Trans Jatim juga mengembangkan TRADISI (Trans Jatim Ekspedisi) yang diluncurkan pada 6 April 2026. Layanan ini memanfaatkan armada Bus Trans Jatim yang telah beroperasi di berbagai koridor untuk mengangkut barang tanpa membutuhkan investasi armada baru. Pada tahap awal, TRADISI menerapkan konsep pool to pool, yaitu barang dikirim dan diambil melalui terminal atau pool Trans Jatim yang menjadi titik layanan.
Proses pengiriman TRADISI dilakukan secara sederhana, mulai dari menyerahkan identitas pengirim dan penerima, mengemas barang dengan aman, melakukan pembayaran, hingga menyimpan resi sebagai bukti pengambilan barang. Pengirim maupun penerima juga dapat memantau posisi paket secara real-time melalui aplikasi Trans Jatim AJAIB dengan menggunakan nomor resi.
“Dari sisi biaya, layanan ini menawarkan tarif yang kompetitif, yaitu Rp2.500 per kilogram per koridor untuk wilayah aglomerasi Gerbangkertosusila. Layanan ini juga direncanakan diperluas ke Malang Raya dengan konsep point to point, sehingga barang dapat diantar langsung dari terminal menuju alamat penerima melalui mitra layanan kurir,” kata Kepala Dishub Jawa Timur, Nyono.
Pengembangan KPT dan TRADISI menunjukkan bahwa armada Trans Jatim terus bergerak menuju ekosistem layanan transportasi yang terintegrasi dan multiservice. Adanya KPT memberikan kemudahan akses dan pembayaran bagi penumpang, sedangkan TRADISI memperluas manfaat jaringan Trans Jatim untuk mendukung mobilitas barang, menekan biaya distribusi, serta membantu pelaku UMKM. Pemanfaatan armada yang sama untuk mengangkut penumpang dan barang juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya transportasi.
Melalui pengembangan tersebut, Trans Jatim tidak hanya hadir sebagai sarana perpindahan orang, tetapi berkembang menjadi bagian dari ekosistem mobilitas Jawa Timur yang mendukung kemudahan perjalanan, digitalisasi pembayaran, efisiensi distribusi barang, penguatan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Trans Jatim diharapkan semakin mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat serta memperkuat peran transportasi publik dalam mendukung aktivitas sosial dan ekonomi di Jawa Timur. (Redaksi JatimKita)





