IDEA JATIM, MALANG – Universitas Waskita Dharma menggelar prosesi Yudisium ke-45 di Hall Kampus, Jalan Indragiri, Sabtu (22/8/2026). Dalam momentum sakral ini, Pembina Yayasan Pendidikan Waskita Dharma, Dr. Sigit Wahyudi, MM, menyampaikan orasi yang mendalam sekaligus mewakili pihak rektorat.
Dalam amanatnya, Dr. Sigit menegaskan pentingnya memaknai yudisium sebagai momen penentu keabsahan akademik yang sesungguhnya. Mengibaratkan yudisium seperti akad dalam pernikahan, ia menyebut prosesi ini sebagai momentum pengesahan ikatan keilmuan secara legal dan spiritual.
”Yudisium adalah ijab kabulnya. Tanpa ketetapan sah di lembar yudisium, gelar sarjana tidak akan berdiri kokoh. Wisuda hanyalah perayaan dan syiar, namun ruh dari proses akademik itu ada di hari ini,” tegas Dr. Sigit di hadapan para lulusan.
Di hadapan seratus perwakilan peserta yudisium yang hadir secara luring serta puluhan peserta lain yang mengikuti via hybrid, Dr. Sigit menekankan perbedaan mendasar antara sekadar menerima selembar kertas ijazah dan betul-betul “diijazahi” oleh para dosen.
Ia mengingatkan tiga pilar utama (trilogi) yang menjadi napas almamater:
Value of Knowledge: Penguasaan ilmu pengetahuan yang memiliki kebermanfaatan.
Skill: Keterampilan terapan yang bernilai guna bagi masyarakat.
Attitude: Kematangan etika, moralitas, dan karakter unggul.
”Jika hanya mengejar gelar untuk naik pangkat, Anda hanya mendapat lembaran kertas. Namun jika Anda ‘diijazahi’, ada doa, keberkahan, dan amal jariyah dari para pendidik yang akan menyertai langkah Anda selamanya,” lanjutnya di hadapan para lulusan.
Tak hanya berpesan soal akademis, Dr. Sigit menitipkan amanat kepedulian sosial. Ia meminta para alumni dan civitas akademika untuk tidak ragu membantu sesama dan masyarakat tanpa setengah-setengah.
Sementara itu, agenda Yudisium berlangsung lancar. Sejak pukul 08.30 WIB, suasana khidmat dan penuh rasa bangga sudah terasa di ruang acara. Para peserta yudisium yang tampil rapi dengan kemeja putih, dasi hitam, serta jas almamater kebanggaan tampak antusias melengkapi registrasi dan pengisian tracer study.
Rangkaian acara resmi dibuka pukul 09.00 WIB oleh pembawa acara, disusul dengan alunan lagu Indonesia Raya dan Mars Universitas Waskita Dharma yang menggema penuh semangat. Suasana makin syahdu saat lantunan ayat suci Alquran dibacakan, menjadi pembuka spiritual.
Satu per satu agenda krusial berlangsung lancar, mulai dari sambutan Pembina Yayasan hingga momen paling mendebarkan: Pembacaan Surat Keputusan (SK) Yudisium pada pukul 10.15 WIB.
Puncak keharuan menyelimuti ruangan saat prosesi penyematan selempang secara simbolis dilaksanakan. Diiringi pelepasan konfeti yang meriah, raut lega dan bahagia terpancar jelas dari wajah para wisudawan yang resmi menyandang gelar baru mereka.
Menutup orasinya, Sigit menyentuh peran penting para lulusan dalam menjaga nama baik almamater di ruang digital. Menurutnya, cara terbaik meredam narasi negatif di media sosial bukanlah dengan perdebatan, melainkan dengan membanjirinya lewat karya dan berita positif.
”Banjiri media sosial dengan nilai-nilai positif hingga hal-hal yang kurang baik tenggelam dengan sendirinya. Bawalah kebaikan, walau hanya satu persen, untuk menjadi penimbang kebaikan bagi lingkungan sekitar,” pungkasnya. (*)





