Mereka yang Datang Sebelum Kota Terbangun

Kisah para penyapu jalan dan petugas kebersihan yang setiap hari menjaga wajah Kota Batu tetap bersih.

IDEAJATIM-BATU, Jumat pagi itu, suasana di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu terasa berbeda. Tidak ada rapat resmi atau tamu kehormatan yang datang mengenakan setelan formal. Sebaliknya, hamparan karpet hijau di pendopo dipenuhi para penyapu jalan dan sopir armada pengangkut sampah yang duduk lesehan bersama. Mereka yang sehari-hari bekerja menjaga kebersihan kota, pagi itu berkumpul dalam suasana yang hangat dan sederhana.

Sebanyak 175 petugas kebersihan diundang untuk sarapan bersama Wali Kota Batu Nurochman dan jajaran Pemerintah Kota Batu. Mereka yang biasanya bekerja saat sebagian besar warga masih terlelap, pagi itu duduk bersama dalam suasana yang jauh lebih santai.

Ketika acara dibuka, seorang perwakilan petugas berdiri menyampaikan harapan dan keluhan yang selama ini mereka rasakan di lapangan. Belum lama berbicara, Nurochman langsung memanggilnya maju ke depan.

“Sini mas, di depan samping saya. Silakan sampaikan dengan jujur ya,” katanya.

Kota
_Wali Kota Batu Nurochman (kanan belakang) dan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto (tengah) sarapan bersama petugas penyapu jalan dan sopir armada pengangkut sampah di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (15/8/2026). Kegiatan yang diikuti 175 petugas kebersihan tersebut berlangsung dalam suasana akrab sebagai ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan para petugas yang sehari-hari menjaga kebersihan Kota Batu._ FOTO: Rizki Dwi Putra.

Permintaan yang disampaikan sederhana. Mereka berharap ada perhatian terhadap kebutuhan dasar yang menunjang pekerjaan sehari-hari, mulai dari seragam kerja, topi, hingga vitamin.

Tak lama setelah permintaan itu disampaikan, vitamin yang dimaksud sudah berada di lokasi dan langsung dibagikan kepada para petugas. Bagi sebagian orang mungkin itu hal kecil. Namun bagi mereka yang setiap hari bekerja di jalanan, perhatian sederhana semacam itu menjadi sesuatu yang berkesan.

Baca Juga:  Hebat! Kota Batu Raih Opini WTP 11 Kali Beruntun, Pendapatan 2025 Tembus Rp 1,09 Triliun

Tatik Andriani (50), salah seorang penyapu jalan yang bertugas di kawasan Pasar Batu, merasakan hal yang sama. Sejak bergabung sebagai petugas kebersihan pada masa pandemi Covid-19, ia mengaku pekerjaan tersebut telah menjadi bagian dari kesehariannya.

Setiap pagi, sebelum aktivitas kota dimulai, ia sudah berada di jalan untuk memastikan lingkungan tetap bersih dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.

Kota
_Wali Kota Batu Nurochman (kiri) berbincang dengan petugas penyapu jalan saat kegiatan sarapan bersama di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (15/8/2026). Kegiatan yang diikuti 175 petugas kebersihan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan para petugas yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan Kota Batu. FOTO: Rizki Dwi Putra.

Menurut Tatik, perhatian terhadap keselamatan dan perlengkapan kerja menjadi hal yang penting bagi petugas kebersihan. Ia juga berharap masyarakat semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan.

“Kalau masyarakat lebih tertib, pekerjaan kami tentu akan lebih ringan,” ujarnya.

Harapan serupa disampaikan Rengga (33), petugas kebersihan yang mengaku senang mendapat kesempatan sarapan bersama wali kota. Baginya, acara semacam ini bukan sekadar makan bersama, tetapi ruang untuk menyampaikan pengalaman dan kebutuhan yang mereka temui setiap hari di lapangan.

“Kalau bisa rutin dilakukan. Jadi kami punya kesempatan menyampaikan keluhan dan kebutuhan yang kami temui selama bekerja,” katanya.

Ia berharap ada pembaruan terhadap perlengkapan kerja dan standar keselamatan bagi petugas kebersihan yang setiap hari bertugas di jalan.

Pekerjaan yang mereka jalani memang tidak ringan. Para petugas kebersihan Kota Batu bekerja dalam tiga shift untuk memastikan jalan dan lingkungan tetap bersih setiap hari.

Baca Juga:  Semarakkan HUT Ke-81 RI Pemkot Batu, Gelar Rangkaian Acara Khidmat hingga Padel SKPD

Di 21 ruas jalan protokol, para penyapu jalan menangani sekitar 12 ton sampah per hari. Jumlah itu dapat meningkat hingga 15 ton ketika akhir pekan atau musim liburan, saat aktivitas masyarakat dan wisatawan di Kota Batu semakin padat.

Kota
_Sejumlah petugas penyapu jalan dan sopir armada pengangkut sampah mengikuti kegiatan sarapan bersama di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (15/8/2026). Kegiatan yang diikuti 175 petugas kebersihan tersebut menjadi ruang dialog untuk menyampaikan aspirasi dan kebutuhan para petugas yang sehari-hari bertugas menjaga kebersihan Kota Batu. FOTO: Rizki Dwi Putra.

Namun di balik angka-angka tersebut, ada rutinitas yang jarang terlihat. Saat banyak orang masih menikmati waktu istirahat atau baru memulai aktivitas pagi, para petugas kebersihan sudah lebih dulu berada di jalan. Mereka menyapu trotoar, mengumpulkan sampah, dan memastikan sudut-sudut kota tetap bersih sebelum keramaian datang.

Karena itu, Nurochman menilai para petugas kebersihan memiliki peran penting dalam menjaga wajah Kota Batu sebagai kota wisata.

“Ketika warga menikmati Kota Batu, ada bapak dan ibu yang tetap bekerja. Terima kasih sudah menjaga kota ini tetap bersih,” ujarnya.

Pemerintah Kota Batu, lanjutnya, berupaya memberikan perhatian lebih kepada para petugas yang selama ini bekerja di lapangan. Selain pengadaan seragam baru, pemerintah juga menyiapkan berbagai dukungan seperti pemeriksaan kesehatan, kepesertaan BPJS, vitamin, suplemen, hingga kegiatan peningkatan kapasitas.

Bahkan, ia berencana turun langsung bersama Wakil Wali Kota Heli Suyanto dengan mengenakan seragam petugas penyapu jalan untuk merasakan pekerjaan yang mereka lakukan setiap hari.

“Kami berencana turun langsung bersama Wakil Wali Kota untuk melihat dan merasakan pekerjaan mereka,” katanya.

Baca Juga:  Menuju KaTa Kreatif Ke-87, Kota Batu Unjuk Kekuatan Ekosistem Gastronomi Hulu-Hilir

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Dian Fachroni menambahkan, sebagian besar petugas kebersihan saat ini telah mendapatkan peningkatan status kepegawaian menjadi PPPK paruh waktu. Menurutnya, hal tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap mereka yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan kota.

Saat ini DLH Kota Batu memiliki sekitar 400 pegawai, dengan 175 orang di antaranya bertugas sebagai penyapu jalan. Meski masih ada beberapa petugas yang belum dapat diangkat karena faktor usia, mereka tetap dibutuhkan karena pengalaman dan dedikasi yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Bagi para petugas kebersihan, perhatian semacam itu menjadi pengingat bahwa pekerjaan mereka dihargai. Sebab selama ini, keberadaan mereka sering kali baru disadari ketika jalanan kotor atau sampah menumpuk.

Padahal setiap hari mereka bekerja dalam senyap, memastikan Kota Batu tetap nyaman dipandang dan dinikmati.

Sarapan pagi di pendopo itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi para penyapu jalan dan petugas pengangkut sampah yang hadir, yang paling membekas bukanlah menu yang tersaji di meja makan.

Melainkan kesempatan untuk didengar.

Sebab di balik jalanan Kota Batu yang bersih setiap pagi, selalu ada tangan-tangan yang bekerja lebih awal dari siapa pun, lalu pulang tanpa banyak sorotan.

Berita Terkini

BERANI PKB Jombang Sambut Hangat Muktamirin NU ke-35, Promosikan Wisata Wonosalam

JOMBANG, IDEAJATIM.ID - Badan Persatuan Antar Iman (BERANI) DPC...

5 Kuliner Malam Dekat Stasiun Pasuruan, Ada yang Legendaris dan Buka hingga Larut

IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Bagi penumpang kereta yang tiba di...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img