IDEAJATIM.ID, PASURUAN – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Kota Pasuruan. Salah satunya melalui kegiatan senam bersama kader kesehatan yang dirangkai dengan penyaluran bantuan sosial bagi ratusan balita di Kecamatan Panggungrejo, Kamis (16/4).
Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo atau yang akrab disapa Mas Adi hadir langsung didampingi Ketua TP PKK. Kegiatan berlangsung meriah, diawali dengan senam bersama para kader kesehatan, lalu dilanjutkan dengan pembagian bantuan sembako untuk 250 balita.
Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan alat kesehatan kepada pembina posyandu serta pengecekan tumbuh kembang anak secara langsung.
Mas Adi menegaskan, penanganan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan pihak swasta. Salah satu yang telah berjalan adalah kerja sama dengan Indomaret melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
“Ini bentuk nyata kolaborasi. Posyandu sekarang bukan hanya melayani balita, tapi juga remaja hingga lansia. Jadi harus dimaksimalkan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, terutama orang tua, dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Asupan gizi ibu, menurutnya, sangat memengaruhi kualitas ASI, yang menjadi fondasi awal kesehatan anak.
“Investasi terbaik adalah anak-anak kita. Maka perhatian terhadap kesehatan dan pola asuh harus jadi prioritas,” tegasnya.
Saat ini, angka stunting di Kota Pasuruan masih berada di kisaran 21 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga 5 persen melalui berbagai intervensi berkelanjutan.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang kuat, angka stunting bisa terus turun dan anak-anak Pasuruan tumbuh sehat serta berkualitas,” pungkasnya. (*)




