IDEAJATIM.ID, MALANG – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan perubahan zaman, MTs Almaarif 01 Singosari tetap menjaga satu komitmen yang tak pernah berubah selama 16 tahun terakhir, yakni membentuk generasi yang dekat dengan Alquran.
Komitmen itu kembali ditegaskan melalui Haflah Program Ta’lim Tahun Ajaran 2025–2026 yang digelar bertepatan dengan 1 Muharram 1448 Hijriah, Selasa (16/6).
Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi bagi para siswa yang telah menyelesaikan pembelajaran Alquran sesuai jenjang kemampuannya.

Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd., mengatakan Program Ta’lim dirancang khusus untuk siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren agar tetap memperoleh pembelajaran Al-Qur’an secara intensif dan berkelanjutan.
“Sekitar 40 persen siswa kami tinggal bersama keluarga, sedangkan 60 persen lainnya mondok di pesantren. Program ini menjadi jembatan agar seluruh siswa memiliki kesempatan yang sama dalam memperdalam Al-Qur’an,” ujarnya.
Program Ta’lim menerapkan pembelajaran berjenjang sesuai kemampuan peserta didik. Mulai dari kelas Bil Qolam Jilid 2 hingga Jilid 4, kelas Juz Amma, Ta’lim B yang mulai menghafal Al-Qur’an dari Juz 30, hingga Ta’lim A yang mempersiapkan siswa mampu mengajarkan Al-Qur’an kepada orang lain.
“Alhamdulilah, program yang berjalan istiqamah sejak 2010 tersebut telah mendapat pengakuan sebagai Madrasah Inovasi tingkat Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur,” imbuh Palupi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH Anas Noor Salim, SH, MH, menegaskan bahwa kemajuan zaman tidak boleh menghilangkan karakter santri dalam dunia pendidikan.
“Metode pembelajaran boleh berkembang mengikuti era digital, tetapi akhlak, adab, dan karakter santri harus tetap menjadi pondasi utama,” tegasnya.
Menurutnya, generasi yang kuat bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki iman, adab, kemampuan beradaptasi, serta kepedulian terhadap sesama.
Ia berharap Program Ta’lim mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak sekadar fasih membaca Al-Qur’an, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Gus Anas menjelaskan, Haflah ini menjadi penanda bahwa budaya Qurani terus tumbuh di lingkungan MTs Almaarif 01 Singosari.
“Program ini sekaligus menjadi bekal penting bagi para siswa untuk menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai insan berakhlakul karimah,” pungkas Gus Anas. (*)




