IDEAJATIM.ID,MALANG – Sorak tepuk tangan tak pernah berhenti menggema di lapangan MTs Almaarif 01 Singosari, Sabtu (13/6/2026). Sejak pagi, satu demi satu siswa tampil penuh percaya diri, memperlihatkan kemampuan terbaik mereka dalam ajang Gelar Ekstrakurikuler 2026.
Tak sekadar menjadi panggung hiburan, kegiatan ini menjelma menjadi ruang pembuktian bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang layak diapresiasi. Ada yang memukau lewat tari tradisional, unjuk kebolehan bela diri, lantunan hafalan Al-Qur’an, permainan musik, hingga karya riset dan olahraga yang mengundang decak kagum para pengunjung.

Acara diawali dengan parade seluruh ekstrakurikuler yang menampilkan identitas dan karakter masing-masing. Suasana semakin semarak dengan penyerahan hadiah class meeting yang disambut antusias para siswa.
Di luar panggung utama, deretan stan edukatif menjadi magnet tersendiri. Stan Kaligrafi mengajak pengunjung belajar menulis huruf Arab secara langsung bersama para anggota ekstrakurikuler.
Sementara Club Sains menghadirkan eksperimen sederhana, permainan logika, dan tantangan interaktif yang membuat suasana penuh gelak tawa.

Tak kalah menarik, stan Jurnalistik memamerkan karya tulis siswa berupa buletin, majalah madrasah, artikel, hingga dokumentasi kegiatan yang telah dipublikasikan selama setahun terakhir. Stan ini menjadi bukti bahwa literasi juga tumbuh subur di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Sarana dan Prasarana, Abu Naim Rahman, S.S., M.Pd., menegaskan bahwa Gelar Ekstrakurikuler merupakan komitmen madrasah dalam memberikan ruang bagi setiap siswa untuk mengembangkan potensi sesuai minat dan bakatnya.
“Kegiatan ini bukan tentang siapa yang paling hebat atau karya siapa yang paling bagus. Yang terpenting adalah bagaimana siswa mampu mengaktualisasikan diri, membangun kepercayaan diri, melatih tanggung jawab, dan mengembangkan kemampuan yang mereka miliki,” ujarnya.
Kepala MTs Almaarif 01 Singosari, Dwi Retno Palupi, M.Pd, mengatakan Gelar Ekstrakurikuler menjadi bagian penting dalam pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter sekaligus pengembangan kompetensi siswa secara utuh.
“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda-beda. Tugas madrasah adalah menyediakan ruang agar potensi tersebut tumbuh dan berkembang secara optimal,” ujar Palupi.
Palupi juga menjelaskan, keinginan madrasah untuk seluruh siswa agar berani berkarya, percaya diri, serta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya tanpa takut untuk mencoba.
“Kami berharap lahir generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya. (*)





