IDEA JATIM, MALANG – Inovasi tanpa batas kembali lahir dari tangan dingin para siswa madrasah. Aula besar MAN 2 Kota Malang tampak dipenuhi oleh deretan prototipe teknologi masa depan saat gelaran Science Fair resmi dibuka pada Rabu (29/4). Acara tahunan yang selalu dinanti ini semakin bergengsi dengan kehadiran Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., yang hadir langsung untuk memberikan apresiasi.
Tahun ini, Science Fair mengangkat tema yang sangat krusial: “Energi Terbarukan untuk Indonesia Mandiri.” Fokus ini diambil sebagai bentuk respon siswa madrasah terhadap isu perubahan iklim dan krisis energi global.
Dalam sambutannya saat meresmikan acara, Kakanwil Kemenag Jatim mengungkapkan kekagumannya terhadap kreativitas para siswa. Beliau menegaskan bahwa madrasah bukan lagi sekadar tempat belajar ilmu agama, melainkan inkubator inovasi sains yang kompetitif.
”Saya bangga melihat anak-anak kita tidak hanya bicara teori, tapi langsung menyentuh solusi. Science Fair ini membuktikan bahwa madrasah mampu melahirkan ilmuwan muda yang peduli pada keberlangsungan alam. Energi terbarukan adalah masa depan kita, dan kalian adalah pemegang kuncinya,” ujar Dr. Akhmad Sruji Bahtiar di hadapan para peserta.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menjelaskan bahwa ajang ini merupakan puncak dari riset mandiri yang dilakukan siswa selama satu semester. “Kami ingin membangun ekosistem di mana siswa berani mencoba dan gagal. Produk-produk yang dipamerkan hari ini, mulai dari panel surya portabel hingga pengolahan limbah menjadi energi biosolar, adalah bukti nyata kerja keras mereka,” tuturnya.
Salah satu stan yang mencuri perhatian adalah karya tim kelas XI yang menciptakan alat pemanen energi dari langkah kaki. “Kami melihat potensi energi yang terbuang sia-sia di koridor sekolah yang ramai. Dengan alat ini, tekanan langkah kaki bisa diubah menjadi listrik untuk lampu penerangan jalan,” jelas lqbal, salah satu siswa peserta.
Acara yang berlangsung meriah sejak pukul 07.30 WIB ini tidak hanya menampilkan pameran, tetapi juga sesi presentasi di hadapan dewan juri ahli. Melalui ajang ini, MAN 2 Kota Malang semakin mengukuhkan posisinya sebagai Madrasah Akademik yang unggul di bidang riset dan teknologi di Jawa Timur.
Dengan dukungan penuh dari Kanwil Kemenag Jatim, diharapkan hasil inovasi para siswa ini tidak berhenti di meja pameran saja, namun dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi solusi nyata bagi masyarakat luas. Science Fair 2026 pun ditutup dengan optimisme tinggi bahwa dari lorong-lorong madrasah inilah, pemimpin masa depan yang melek teknologi akan lahir. (*)





