MOJOKERTO, IDEAJATIM.ID – Ratusan siswa, tepatnya 247 siswa dari 98 sekolah di Kabupaten Mojokerto mendapat bantuan Program Tebus Ijazah Tahun 2026 BAZNAS Kabupaten Mojokerto. Program yang mendapat dukungan sejumlah Rp585 juta ini resmi diserahkan dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Graha Majatama, Jumat (21/08/2026).
Program ini menjadi ikhtiar BAZNAS sebagai Lembaga Non Struktural Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk membantu anak-anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi agar dapat memperoleh kembali ijazah yang masih tertahan karena persoalan biaya.
Bagi BAZNAS, ijazah bukan hanya selembar dokumen pendidikan. Di baliknya terdapat perjuangan seorang anak selama bertahun-tahun, kerja keras orang tua, serta harapan untuk melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, mengikuti pelatihan, maupun menata masa depan.
Oleh sebab itu, ketika ijazah tertahan akibat keterbatasan ekonomi, yang tertahan sesungguhnya bukan hanya sebuah dokumen, tetapi juga kesempatan seorang anak untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya.

Program Tebus Ijazah ini adalah tindak lanjut gagasan Bupati Mojokerto pada 2025 lalu yang diterjemahkan BAZNAS Kabupaten Mojokerto menjadi program nyata untuk membantu masyarakat.
Pada tahun 2026, total dukungan yang disiapkan untuk Program Tebus Ijazah mencapai Rp585 juta. Dari jumlah tersebut, Rp100 juta merupakan dukungan dari PERUMDAM Mojopahit Mojokerto, sebagai bagian dari komitmen dan kolaborasi dalam mendukung program sosial kemasyarakatan.
Dukungan tersebut menjangkau 247 siswa atau wali murid dari 98 sekolah di Kabupaten Mojokerto.
Bukan Sekadar Mengambil Ijazah
Ketua BAZNAS Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad, mengatakan bahwa Program Tebus Ijazah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menyelesaikan persoalan administrasi sekolah.
“Hari ini sebenarnya kita tidak sedang hanya menyerahkan ijazah. Kita sedang berusaha membuka kembali jalan yang sempat tertutup bagi anak-anak kita,” terangnya.
Menurut Zamroni, ijazah menjadi bekal penting bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan, mencari pekerjaan, mengikuti pelatihan, maupun menata masa depan.
Maka, BAZNAS memandang program ini sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat zakat yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Dana yang digunakan dalam program tersebut merupakan amanah para muzaki yang dititipkan melalui BAZNAS dan kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pendayagunaan.
“Zakat yang ditunaikan oleh masyarakat kemudian kami kelola dan kami kembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program-program yang menyentuh kebutuhan nyata,” jelas Zamroni.
Bupati: Jangan Biarkan Masa Depan Anak Ikut Tertahan
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Program Tebus Ijazah BAZNAS Kabupaten Mojokerto.
Menurut Bupati Albarraa, program tersebut bukan sekadar membantu siswa memperoleh dokumen pendidikan, tetapi membantu membuka kembali kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan masa depan.
“Hari ini kita bukan sekadar membantu mengambil ijazah. Kita sedang membantu membuka kembali kesempatan bagi anak-anak kita untuk melanjutkan masa depannya,” urainya.
Bupati Albarraa menilai bahwa di balik selembar ijazah terdapat perjuangan anak, kerja keras orang tua, dedikasi guru, serta cita-cita yang ingin diraih.
Karena itu, ketika ijazah tertahan karena persoalan ekonomi, ada langkah masa depan yang ikut tertahan.
Bupati juga mengapresiasi BAZNAS yang terus berupaya menjadikan zakat sebagai kekuatan sosial untuk menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Zakat jangan hanya kita lihat sebagai kewajiban agama. Zakat juga memiliki kekuatan sosial yang luar biasa ketika dikelola dengan baik, amanah, dan tepat sasaran,” tegasnya.





