IDEA JATIM, MALANG — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44 TK Islam Sabilillah Malang 1 pada Jumat (21/08/ 2026) ditandai dengan langkah besar penguatan kualitas pendidikan. Momentum hari jadi tidak sekadar dirayakan sebagai selebrasi tahunan, melainkan difokuskan sebagai ruang evaluasi dan refleksi mendalam demi meningkatkan mutu layanan bagi para siswa, guru, serta orang tua.
Kepala TK Islam Sabilillah Malang 1, Kurnia Islamiyah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa tasyakur yang diusung tahun ini memiliki makna spiritual yang sangat kuat. Ia menegaskan bahwa TK Islam Sabilillah Malang 1 ingin memanfaatkan momen awal tahun ajaran ini untuk terus berbenah dan meningkatkan standar pembelajaran di segala lini.
”Tasyakur itu artinya lebih dalam, yaitu mensyukuri dan muhasabah. Momen Milad di awal tahun ini kami gunakan sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan kualitas layanan sekolah pada anak, orang tua, dan guru,” ujar wanita yang akrab disapa Teacher Nia tersebut.
Sebagai bukti nyata dari komitmen pembaruan tersebut, TK Islam Sabilillah Malang 1 resmi meluncurkan dua sentra pembelajaran baru, yaitu Sentra Multilingual dan Sentra Computational Thinking. Kehadiran dua fasilitas baru ini melengkapi enam sentra yang telah beroperasi sebelumnya, sehingga kini sekolah memiliki total delapan sentra pembelajaran yang dirancang untuk mengasah berbagai potensi peserta didik.
Sentra Multilingual dirancang khusus untuk membentuk keberanian anak-anak dalam berkomunikasi menggunakan bahasa internasional. Melalui suasana yang menyenangkan, para siswa dibiasakan mendengarkan serta menuturkan kosakata bahasa Inggris tanpa dibayangi rasa takut salah.
Sementara itu, Sentra Computational Thinking hadir untuk merespon kebijakan pendidikan nasional terkait pengenalan logika coding dan kecerdasan artifisial sejak dini. Di sentra ini, anak-anak diajak memecahkan masalah sederhana secara runtut menggunakan metode plug dan unplugged untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan kolaboratif.
”Di sana anak-anak akan bermain untuk memecahkan masalah sederhana dengan runtut. Kami ingin memberikan bekal yang berharga bagi anak-anak sebelum mereka melangkah ke jenjang sekolah dasar,” kata Teacher Nia, menjelaskan fungsi sentra baru tersebut.
Selain inovasi kurikulum, sekolah juga mendeklarasikan Gerakan 3T yang mencakup prinsip Tertata, Tenang, dan Tanggap. Prinsip Tertata berfokus pada kerapian serta kebersihan seluruh area sekolah. Prinsip Tenang menekankan kebiasaan bertutur kata yang santun dan lembut di lingkungan sekolah. Adapun prinsip Tanggap mewajibkan seluruh jajaran guru dan pengelola untuk fast response dalam melayani kebutuhan siswa maupun orang tua.
Langkah inovatif ini kian memperkokoh deretan prestasi yang telah diukir oleh TK Islam Sabilillah Malang 1. Pada tahun ajaran lalu, para siswa sukses menyabet segudang kejuaraan di berbagai bidang. Tidak hanya murid, jajaran guru pun kini aktif menorehkan prestasi, salah satunya melalui kemenangan dalam ajang lomba mendongeng tingkat kota.
”Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan prestasi dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi anak-anak serta orang tua,” tutup Nia dengan optimis. (*)




