Tekan Konsumsi BBM, Universitas Brawijaya Berlakukan Kuliah Daring Mulai Senin Besok

IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Brawijaya (UB) bergerak cepat merespons instruksi Kemendikbudristek terkait gerakan hemat energi nasional. Kampus biru ini resmi mencanangkan kebijakan pengurangan mobilitas untuk menekan konsumsi BBM yang akan mulai diimplementasikan pada Senin mendatang. Strategi utama yang diambil adalah memberlakukan kombinasi sistem perkuliahan daring dan luring guna mengurangi kepadatan kendaraan di lingkungan kampus secara signifikan.

​Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh institusi terhadap kebijakan pemerintah. “Secara umum, Universitas Brawijaya merespons sangat positif. Kami langsung mengonsepkan implementasi dari edaran Menteri,” ujar Prof. Imam saat memberikan keterangan pada Kamis (9/4). Beliau menambahkan bahwa Edaran Rektor sudah disiapkan untuk memastikan implementasi berjalan tanpa penundaan.

​Dalam kebijakan tersebut, mahasiswa semester 5 ke atas diarahkan untuk kembali melakukan aktivitas akademik secara daring. Prof. Imam menilai mahasiswa di tingkat ini sudah memiliki kemandirian yang cukup dalam pengembangan keahlian. Namun, perlakuan berbeda diberikan kepada mahasiswa semester 1 hingga 4 yang tetap diwajibkan hadir di kelas fisik. Menurutnya, interaksi langsung di awal masa perkuliahan tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Baca Juga:  UB Bangun Kemitraan Akademik dengan Massey University New Zealand

​”Semester 1 dan 4 adalah peletakan pondasi. Mereka butuh bimbingan intensif. Dosen harus memastikan konsep dasar dipahami secara fisik. Pondasi karakter dan dasar ilmu harus dipastikan matang di ruang kelas,” jelas Prof. Imam mengenai alasan strategis tetap memberlakukan kuliah luring bagi mahasiswa baru.

​Selain urusan perkuliahan, efisiensi energi juga menyasar aktivitas birokrasi dan layanan akademik lainnya. Rapat-rapat koordinasi, seminar proposal, hingga bimbingan tugas akhir kini didorong untuk beralih ke jalur digital. Dampak yang diharapkan bukan sekadar penghematan BBM, tetapi juga pengurangan polusi udara di lingkungan pendidikan secara masif.

​Menutup keterangannya, Prof. Imam menekankan bahwa kebijakan ini akan terus dipantau dan bersifat fleksibel mengikuti perkembangan kondisi energi di tanah air. “Kita akan evaluasi efektivitasnya setiap bulan. Kebijakan ini berjalan sampai situasi energi kita aman sentosa,” pungkasnya. Langkah progresif Universitas Brawijaya ini diharapkan menjadi pemantik bagi institusi lain dalam menghadapi krisis energi global melalui tindakan nyata dari dunia pendidikan. (*)

Berita Terkini

Mini Art Malang #7 Hadirkan 220 Seniman, “AKAR” Jadi Ruang Menelusuri Identitas dan Asal-usul Budaya

IDEA JATIM, MALANG – Sebanyak 220 seniman dari berbagai...

Bakar Semangat Kader Muda, H. Sugeng: Ber-NU Itu Jalur Resmi Ikut Berjuang Bersama Ulama

Ideajatim.id, MALANG – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan...

HM. Yahya Sugeng Winarto, Hari Ini Bekali Kader Muda IPNU Sukun Materi Ke-NU-an di Ajang Makesta

Ideajatim.id, ​MALANG – Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Kota...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img