Strategi Mahasiswa UMM Sulap Produk Tempe Desa Beji Jadi Brand Digital Berkelas

IDEA JATIM, ​BATU – Produk olahan tempe dari Desa Beji, Kota Batu, kini tak lagi sekadar jajanan pasar konvensional. Lewat tangan dingin mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), para pelaku usaha lokal mulai dipersenjatai dengan strategi branding digital melalui inisiatif “Klinik UMKM”.
​Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan digitalisasi ekonomi yang kerap membuat UMKM desa tertinggal. Tak hanya memberikan penyuluhan, para mahasiswa ini terjun langsung melakukan pendampingan jangka panjang, mulai dari teknik foto produk hingga manajemen media sosial.

Mengangkat Potensi Lokal ke Ruang Digital
Desa Beji sejatinya adalah “gudang” produk kreatif. Mulai dari batik tempe yang unik, keripik, abon, hingga mie berbasis tempe diproduksi di sini. Namun, kendala klasik masih membayangi: pemasaran yang hanya mengandalkan jaringan pribadi.

Ketua Tim KKN Desa Beji, Muhammad Fachri, menjelaskan bahwa fokus utama mereka adalah membangun fondasi branding yang kuat.
​“Potensi UMKM di sini sangat besar, tapi pemasarannya terbatas. Kami fokus melatih mereka dari nol, mulai dari visual produk hingga cara mengelola Instagram agar jangkauan pasarnya lebih luas,” ujar Fachri, mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial UMM, Senin (17/2).

Baca Juga:  UMM Sukses Jadi Tuan Rumah OSN 2025

Klinik UMKM: Solusi Keberlanjutan
Satu hal yang membedakan program ini dengan KKN pada umumnya adalah pembentukan Klinik UMKM Desa Beji. Wadah ini diproyeksikan sebagai ruang konsultasi terbuka bagi warga yang ingin mengembangkan usahanya, bahkan setelah masa KKN berakhir.
​“Harapan kami, UMKM Desa Beji benar-benar naik kelas. Klinik ini kami rancang agar pendampingan tetap berjalan secara berkelanjutan,” tambah Fachri.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Moch Fuad Nasvian, M.I.Kom., mengapresiasi langkah konkret para mahasiswa. Menurutnya, hal tersulit dalam digitalisasi bukan hanya teknis, melainkan mengubah pola pikir (mindset).​“Teknis bisa dipelajari di YouTube, tapi membangun mindset adaptif itu butuh pendampingan langsung. Mahasiswa KKN tahun ini berhasil memulai tahapan awal yang sangat krusial tersebut,” ungkap Fuad.

Hingga saat ini, enam unit usaha lokal seperti produsen susu kedelai hingga batik tempe telah aktif bertransformasi. Dengan hadirnya Klinik UMKM, Desa Beji kini menatap masa depan sebagai desa mandiri ekonomi yang siap bersaing di kancah pasar digital. (*)

Berita Terkini

Inovasi UM: Racik Algoritma Cerdas untuk Cegah Pasien Klinik Gigi Berpindah Layanan

IDEA JATIM, MALANG - Persaingan ketat antar-klinik gigi kini...

Digitalisasi Warung Kelontong FILKOM dan FEB Raih Pendanaan P2MW 2026

IDEA JATIM, MALANG - Di tengah gempuran modernisasi ritel,...

Gandeng Pemkab Kapuas Hulu, UNITRI Malang Siap Cetak SDM Unggul Lewat Tri Dharma​

​IDEA JATIM, ​MALANG – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang...
spot_img
Berita Terkait

Kategori Populer

spot_imgspot_img